Jumat, 07 Agustus 2026 | 20:03
NEWS

Gagalkan Penyeludupan Narkotika Pilot Malaysia, Kolaborasi Seluruh Aparat Penegak Hukum di Bandara Harus Diperkuat

Gagalkan Penyeludupan Narkotika Pilot Malaysia,  Kolaborasi Seluruh Aparat Penegak Hukum di Bandara Harus Diperkuat
Pilot asal Malaysia yang ditangkap dan barang bukti narkoba yang disita. (dok)

ASKARA-Kalangan DPR mengapresiasi keberhasilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), khususnya Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), yang menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang diduga dilakukan seorang pilot berkewarganegaraan Malaysia.

Apresiasi itu disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI Thoriq Majiddanor. Dia menilai keberhasilan tersebut mencerminkan sistem pengawasan di pintu masuk Indonesia berjalan efektif dan profesional, tanpa memandang latar belakang maupun profesi pelaku.

“Pengungkapan ini membuktikan bahwa sistem pengawasan kepabeanan tetap bekerja secara profesional tanpa membedakan status ataupun profesi pelaku,” kata Thoriq dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

Kasus itu terungkap setelah petugas Bea Cukai mencurigai barang bawaan seorang pilot maskapai asal Malaysia yang baru tiba dari Kuala Lumpur. Hasil pemeriksaan menemukan lebih dari 70 ribu butir ekstasi dengan berat sekitar 26 kilogram, serta sejumlah narkotika jenis metamfetamin atau sabu.

Setelah diamankan, pelaku diserahkan kepada penyidik Bareskrim Polri untuk menjalani proses hukum. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku juga diduga telah beberapa kali terlibat dalam jaringan penyelundupan narkotika lintas negara.

Thoriq menegaskan pengungkapan tersebut menjadi langkah penting dalam memutus peredaran narkotika internasional yang terus mengembangkan berbagai modus operandi untuk menyusup ke Indonesia.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama beserta jajaran Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, serta menilai sinergi dengan Kepala Otoritas Bandara Soekarno-Hatta Putu Eka Cahyadi berperan dalam memperkuat sistem pengawasan di kawasan bandara.

“Keberhasilan ini menunjukkan tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba memanfaatkan jalur internasional untuk melakukan tindak pidana penyelundupan,” ujarnya.

Thoriq yang merupakan legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur X yang meliputi Gresik dan Lamongan itu juga mengingatkan bahwa jaringan narkotika internasional terus mencari celah baru, termasuk dengan memanfaatkan profesi yang memiliki akses khusus dalam operasional penerbangan.

Untuk itu, pihaknya mendorong penguatan kolaborasi antara Bea Cukai, Kepolisian, dan seluruh aparat penegak hukum melalui sistem pengawasan yang lebih modern, berbasis intelijen, serta didukung pemanfaatan teknologi.

"Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi seluruh jajaran Bea Cukai di Indonesia untuk semakin meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga setiap pintu masuk negara dari ancaman penyelundupan narkotika, barang ilegal, maupun berbagai bentuk kejahatan lintas negara lainnya.(dry)

Komentar