Senin, 03 Agustus 2026 | 18:57
NEWS

Aset bank bjb Tembus Rp228,2 Triliun, Laba Semester I 2026 Melonjak 58,8 Persen

Aset bank bjb Tembus Rp228,2 Triliun, Laba Semester I 2026 Melonjak 58,8 Persen
Public Expose bank bjb 2026 yang digelar di Menara bank bjb, Bandung (Dok bjb)

ASKARA – bank bjb kembali menunjukkan ketangguhannya di tengah dinamika industri perbankan nasional. Hingga Semester I 2026, bank pembangunan daerah terbesar di Indonesia itu berhasil membukukan pertumbuhan kinerja yang solid dengan total aset mencapai Rp228,2 triliun dan laba bersih sebesar Rp783 miliar, atau meningkat 58,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian tersebut dipaparkan dalam Public Expose bank bjb 2026 yang digelar di Menara bank bjb, Bandung, Rabu (29/7/2026), di hadapan investor, analis pasar modal, serta publik. Kinerja positif tersebut menjadi cerminan keberhasilan strategi growth with quality yang diterapkan perseroan dengan mengedepankan pertumbuhan yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.

Sebagai induk Grup bjb yang membawahi tiga anak perusahaan perbankan dan dua lembaga keuangan nonbank, bank bjb terus memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan kualitas aset, efisiensi operasional, transformasi digital, serta pengembangan ekosistem pembiayaan berbasis pemerintah daerah.

Secara konsolidasi, total aset bank bjb hingga Juni 2026 mencapai Rp228,2 triliun, dengan kontribusi aset perusahaan anak sebesar Rp44,2 triliun atau sekitar 19,4 persen dari total aset grup.

Dari sisi fungsi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp140,4 triliun. Dari jumlah tersebut, perusahaan anak menyumbang Rp29,3 triliun, sedangkan bank only sebesar Rp111,1 triliun.

Segmen kredit konsumer masih menjadi tulang punggung bisnis bank bjb dengan outstanding mencapai Rp74,2 triliun atau sekitar 66,8 persen dari total portofolio kredit. Di tengah ekspansi pembiayaan, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) hanya 0,56 persen, menunjukkan penerapan prinsip kehati-hatian yang konsisten.

Meski demikian, bank bjb tidak hanya bertumpu pada pembiayaan konsumer. Perseroan terus memperluas sumber pertumbuhan melalui pembiayaan nonkonsumer, khususnya dengan memperkuat kemitraan strategis bersama pemerintah daerah. Langkah ini dinilai memiliki prospek yang menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di daerah.

Untuk mendukung strategi tersebut, bank bjb melakukan penyempurnaan proses bisnis melalui implementasi Commercial Business Centre (CBC) yang diharapkan mampu mempercepat proses kredit, memperkuat tata kelola perusahaan, sekaligus meningkatkan kualitas pembiayaan.

Di sisi pendanaan, bank bjb juga mampu mempertahankan likuiditas yang kuat. Hingga Juni 2026, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara konsolidasi mencapai Rp160,9 triliun. Perseroan terus memperkuat struktur pendanaan dengan meningkatkan porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) melalui perluasan kerja sama payroll, peningkatan transaksi nasabah, serta optimalisasi layanan digital.

Transformasi digital menjadi salah satu motor pertumbuhan baru. Aplikasi DIGI bank bjb kini mampu mencatat sekitar 12.000 pembukaan rekening baru setiap bulan secara digital. Peningkatan jumlah nasabah tersebut diharapkan memperkuat basis dana murah sekaligus meningkatkan loyalitas nasabah terhadap layanan perbankan digital.

Dari sisi profitabilitas, strategi optimalisasi aset dan liabilitas mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Pendapatan bunga bersih meningkat lebih dari 9,1 persen secara tahunan (year on year), sementara fee based income mencapai Rp1,1 triliun, memberikan kontribusi penting terhadap struktur pendapatan perusahaan.

Di saat yang sama, berbagai program efisiensi berhasil menekan beban operasional sekitar 5,4 persen. Efisiensi tersebut turut mendorong kenaikan laba operasional sebelum Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) lebih dari 34,2 persen dibandingkan Semester I tahun sebelumnya.

Kombinasi pertumbuhan kredit yang berkualitas, efisiensi operasional, penguatan pendanaan, serta transformasi digital akhirnya mengantarkan bank bjb membukukan laba bersih sebesar Rp783 miliar, tumbuh 58,8 persen secara year on year, sekaligus menjadi salah satu capaian terbaik perseroan dalam beberapa tahun terakhir.

Memasuki Semester II 2026, bank bjb menegaskan akan tetap menjalankan strategi growth with quality melalui penguatan penghimpunan dana murah, optimalisasi kerja sama payroll, pengembangan pembiayaan berbasis ekosistem pemerintah daerah, percepatan digitalisasi layanan, serta pengelolaan risiko yang disiplin.

Dengan fundamental bisnis yang semakin kuat, inovasi digital yang terus berkembang, serta komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik, bank bjb optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan positif sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan di tengah persaingan industri perbankan yang semakin dinamis.

 

Komentar