AMG Desak Audit Dugaan Pencemaran Sungai oleh PT KHBL di Gayo Lues
ASKARA - Aliansi Masyarakat Gayo (AMG) mendesak pemerintah segera menyelidiki dugaan pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan PT KHBL di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Desakan itu disampaikan menyusul beredarnya video yang memperlihatkan cairan diduga mengalir dari kawasan pabrik menuju sungai.
Koordinator AMG, Sinar, mengatakan video tersebut diterima dari warga dan dinilai sebagai indikasi yang harus segera ditindaklanjuti oleh instansi berwenang melalui pemeriksaan lapangan dan uji laboratorium.
"Video dari masyarakat ini menjadi bukti awal yang menunjukkan dugaan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas industri di sekitar aliran sungai. Hal ini tidak boleh diabaikan dan harus segera ditelusuri," kata Sinar dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Menurut Sinar, apabila dugaan pencemaran tersebut terbukti, dampaknya dapat mengancam ekosistem sungai yang menjadi sumber air bagi masyarakat di wilayah hilir.
AMG menilai potensi pencemaran juga dapat berdampak pada kualitas air bersih, kehidupan biota sungai, serta aktivitas pertanian yang bergantung pada aliran sungai tersebut.
Karena itu, AMG meminta pemerintah mengambil langkah cepat dan transparan. Organisasi tersebut mengajukan tiga tuntutan, yakni meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh bersama DLHK Kabupaten Gayo Lues segera melakukan inspeksi mendadak dan pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium, meminta kementerian terkait melakukan audit lingkungan secara terbuka, serta mendesak penegakan hukum sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup apabila ditemukan pelanggaran.
"Kami akan terus memperkuat advokasi lingkungan. Investasi memang penting, tetapi jangan sampai mengorbankan keselamatan rakyat dan kelestarian alam Gayo," tegas Sinar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT KHBL terkait dugaan tersebut. Askara juga masih menunggu hasil verifikasi dari instansi pemerintah yang berwenang mengenai kebenaran video yang beredar serta dugaan pencemaran yang disampaikan AMG.

Komentar