Senin, 06 Juli 2026 | 01:17
NEWS

Nusantara Centre Angkat M.H. Thamrin sebagai Teladan Kebangsaan

Nusantara Centre Angkat M.H. Thamrin sebagai Teladan Kebangsaan
Mikhail Adam (Dok Har)

ASKARA – Nusantara Centre meluncurkan program bertajuk "Merayakan Indonesia, Raya dan Jaya" sebagai rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui program ini, lembaga tersebut mengajak masyarakat kembali mengenal pemikiran para pendiri bangsa sebagai inspirasi membangun Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.

Peneliti Ekonomi Politik Nusantara Centre, Mikhail Adam, mengatakan program tersebut akan diwujudkan melalui kelas pemikiran, penerbitan buku, produksi film, serta penyebarluasan gagasan para tokoh bangsa dalam semangat "kedaulatan berbangsa dan kesentosaan bernegara."

Tokoh pertama yang diangkat dalam program tersebut adalah Mohammad Husni (M.H.) Thamrin, yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan, namun belum banyak dikenal generasi muda.

Menurut Mikhail, M.H. Thamrin merupakan sosok yang mampu memanfaatkan ruang politik bentukan pemerintah kolonial Belanda untuk memperjuangkan hak-hak rakyat pribumi. Melalui kiprahnya di Gemeenteraad (Dewan Kota Batavia) dan Volksraad (Dewan Rakyat), Thamrin konsisten memperjuangkan perbaikan kehidupan masyarakat, pendidikan, bahasa nasional, hingga penghapusan berbagai kebijakan yang menindas rakyat.

"Thamrin menggunakan instrumen yang disediakan pemerintah kolonial untuk memperkuat posisi rakyat. Ia mengubah Volksraad yang semula hanya menjadi simbol politik kolonial menjadi mimbar perjuangan bangsa Indonesia," ujar Mikhail dalam keterangannya.

Salah satu perjuangan penting Thamrin adalah penolakannya terhadap poenale sanctie, sistem hukuman bagi buruh perkebunan di Deli yang dinilai tidak manusiawi. Pidatonya di Volksraad mendapat perhatian internasional hingga mendorong lahirnya tekanan terhadap pemerintah kolonial Belanda untuk menghapus kebijakan tersebut.

Selain itu, M.H. Thamrin juga dikenal sebagai penggagas penggunaan istilah "Indonesia" untuk menggantikan sebutan Nederlandsch-Indië maupun inlander. Baginya, identitas nasional merupakan fondasi penting menuju kemerdekaan.

Tak hanya di bidang politik, M.H. Thamrin juga memberikan kontribusi besar dalam dunia olahraga. Ia mendukung berdirinya Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ) pada 1928 yang kemudian menjadi cikal bakal Persija Jakarta dan menjadi salah satu pendiri Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 1930.

Mikhail menilai sepak bola bagi Thamrin bukan sekadar olahraga, melainkan media membangun solidaritas dan semangat kebangsaan di tengah diskriminasi kolonial terhadap masyarakat pribumi.

"Thamrin memadukan perjuangan politik dan sepak bola sebagai simfoni kebangsaan. Ia percaya persatuan dan keberanian rakyat dapat dibangun melalui berbagai ruang kehidupan, termasuk olahraga," katanya.

Menurut Mikhail, M.H. Thamrin juga berperan sebagai jembatan antara kelompok pergerakan nasional yang memilih jalur kooperatif maupun nonkooperatif. Sikap tersebut menunjukkan kedewasaan politiknya dalam menyatukan berbagai kekuatan demi cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Melalui program ini, Nusantara Centre berharap generasi muda dapat kembali mengenal pemikiran M.H. Thamrin sebagai sosok pemimpin yang menjunjung tinggi integritas, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat.

"Nama M.H. Thamrin bukan sekadar menjadi nama jalan di Jakarta. Ia adalah simbol perjuangan moral, intelektual, dan kebangsaan yang relevan untuk diteladani dalam membangun Indonesia masa kini dan masa depan," tutup Mikhail Adam.

 

 

Komentar