Senin, 06 Juli 2026 | 01:18
OPINI

DARI LANGIT MALUKU MENUJU MASA DEPAN INDONESIA

Rm Yos Bintoro, Pr: Maluku Utara adalah Harapan Baru Nusantara

Rm Yos Bintoro, Pr: Maluku Utara adalah Harapan Baru Nusantara
Ilustrasi Romo Yos Bintoro, Pr di dalam helikopter Bell 412 (Dok Askara)

ASKARA — Perjalanan dari Bandara Sultan Babullah, Ternate, menuju Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara menghadirkan pengalaman yang jauh melampaui sebuah penerbangan biasa. Dengan menggunakan Helikopter Bell 412 milik Airfast, Romo Kolonel (Purn.) Yoseph Maria Marcelinus Bintoro, S.Fil., M.Si., Pr., menyaksikan bentangan alam Maluku Utara dari sudut pandang yang menghadirkan rasa syukur sekaligus kekaguman akan karya Sang Pencipta.

Menyusuri Laut Maluku yang membiru, kemudian melintasi pegunungan tropis yang masih diselimuti hutan primer nan lebat, perjalanan udara ini seolah membuka lembaran demi lembaran kekayaan Nusantara yang selama ini belum sepenuhnya dikenal masyarakat Indonesia.

Dari ketinggian, tampak gugusan pulau-pulau hijau yang dipagari laut kaya kehidupan. Perairan Maluku dikenal sebagai salah satu lumbung protein terbesar Indonesia, dengan potensi perikanan yang melimpah dan menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir sejak berabad-abad silam.

Namun pesona Halmahera tidak berhenti di lautan. Di balik pegunungannya tersimpan anugerah sumber daya alam yang luar biasa: cadangan nikel kelas dunia, emas, bijih besi, serta berbagai mineral strategis yang kini menjadi perhatian dunia di tengah transformasi menuju energi baru dan industri kendaraan listrik.

Di daratan, tanah Halmahera juga dianugerahi kesuburan yang melahirkan komoditas perkebunan bernilai tinggi. Pala, cengkih, dan kelapa tumbuh dengan karakter khas yang telah mengharumkan nama Kepulauan Maluku sejak berabad-abad lalu. Rempah-rempah inilah yang dahulu menggerakkan pelayaran dunia dan menghubungkan Nusantara dengan berbagai peradaban besar.

Potensi itu masih dilengkapi dengan sumber energi bersih berupa panas bumi (geothermal) yang diperkirakan cukup besar. Bila dikelola secara arif dan berkelanjutan, kekayaan ini dapat menjadi fondasi penting bagi pembangunan Indonesia di masa depan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

"Melihat semuanya dari udara membuat saya semakin yakin bahwa Maluku Utara bukan sekadar daerah yang kaya sumber daya alam. Maluku Utara adalah masa depan Indonesia, bahkan berpotensi menjadi salah satu kawasan strategis bagi masa depan dunia," ungkap Romo Yos Bintoro.

Menurutnya, kekayaan tersebut bukan semata-mata untuk dieksploitasi, melainkan merupakan titipan Tuhan yang harus dikelola dengan kebijaksanaan. Kemajuan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian keanekaragaman hayati, perlindungan hutan tropis, keberlanjutan ekosistem laut, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal sebagai pemilik sah kekayaan alam tersebut.

"Jangan pernah melewatkan kesempatan untuk datang ke Maluku Utara. Jelajahi keindahan alamnya, kenali masyarakatnya, hayati budayanya, dan bersama-sama menjaga warisan ciptaan Tuhan ini agar tetap lestari bagi anak cucu kita," pesannya.

Sesaat setelah Helikopter Bell 412 mendarat di halaman Kantor Bupati Kabupaten Halmahera Utara, Romo Yos disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Erasmus Joseph Papilaya, bersama Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar, S.IP., serta Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K. Penyambutan tersebut menjadi simbol sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, dan para pemuka agama dalam membangun masa depan Halmahera Utara yang damai, maju, dan berkelanjutan.

Perjalanan singkat dari Ternate menuju Tobelo akhirnya menjadi lebih dari sekadar perpindahan tempat. Ia menjadi sebuah refleksi bahwa di ufuk timur Indonesia tersimpan harapan besar bagi masa depan bangsa. Maluku Utara mengajarkan bahwa kekayaan alam akan menemukan maknanya ketika dikelola dengan hati nurani, semangat persaudaraan, dan tanggung jawab kepada generasi yang akan datang.

Maluku Utara bukan hanya kaya. Maluku Utara adalah masa depan Indonesia.

Salam sehat. Berlimpah berkat.
+ Rm Yos Bintoro, Pr

 

Komentar