Musim Kemarau tapi Daerah ini Jadi yang Terdingin di Jawa
ASKARA - Fenomena bediding atau udara dingin pada musim kemarau kembali dirasakan di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kawasan Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjadi lokasi dengan suhu terendah dalam periode 1–2 Juli 2026.
Berdasarkan hasil pengamatan Automatic Weather Station (AWS) dan Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS) BMKG, suhu minimum di AWS Bromo tercatat mencapai 5,1 derajat Celsius. Selain Bromo, sejumlah daerah di Jawa Timur juga mengalami penurunan suhu, di antaranya Tretes, Pasuruan 14,0 derajat Celsius, Lanud Abd Saleh, Kabupaten Malang 14,6 derajat Celsius, Bondowoso 15,9 derajat Celsius, serta Karangan, Trenggalek 16,0 derajat Celsius.
Di Jawa Tengah, udara dingin juga diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah dataran tinggi seperti Wonosobo, Temanggung, Magelang, dan Salatiga. Suhu di Wonosobo diprediksi berkisar 14–17 derajat Celsius, Temanggung 13–19 derajat Celsius, Magelang sekitar 16 derajat Celsius, sedangkan Salatiga berada pada kisaran 16–19 derajat Celsius.
Sementara itu di Jawa Barat, kawasan pegunungan juga merasakan fenomena serupa. Garut diperkirakan mengalami suhu antara 11–17 derajat Celsius, sedangkan Ciwidey mencatat suhu rata-rata sekitar 15 derajat Celsius dan berpotensi turun lebih rendah dalam beberapa hari ke depan.
BMKG menjelaskan fenomena bediding merupakan kondisi yang umum terjadi saat musim kemarau. Langit yang cenderung cerah menyebabkan panas bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hingga dini hari sehingga suhu udara menjadi lebih dingin, terutama di wilayah dataran tinggi dan pegunungan.
Masyarakat diimbau menjaga kondisi kesehatan, terutama pada pagi dan malam hari, dengan menggunakan pakaian hangat serta meningkatkan daya tahan tubuh selama fenomena bediding masih berlangsung.

Komentar