Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:11
NEWS

Astra Perkuat Desa Osing Kemiren Berbasis Budaya dan Ekonomi

Astra Perkuat Desa Osing Kemiren Berbasis Budaya dan Ekonomi
Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren Mohammad Edy Saputro (tengah) bersama warga setempat yang menjadi pelaku usaha lokal di bidang membatik (Dok Astra)

ASKARA - PT Astra International Tbk terus memperkuat komitmennya dalam membangun desa berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Sejahtera Astra di Desa Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Program ini membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Desa Kemiren merupakan kampung adat masyarakat Osing, suku asli Banyuwangi, yang hingga kini masih mempertahankan tradisi, kesenian, kuliner, arsitektur, hingga upacara adat seperti Barong Ider Bumi dan Tumpeng Sewu. Suasana khas desa dengan irama lesung yang dimainkan warga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Sejak 2024, Astra melakukan pembinaan melalui empat pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Program tersebut telah menjangkau sekitar 300 warga dan mendorong masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengembangan desa wisata.

Saat ini, Desa Kemiren memiliki 50 homestay dengan 92 kamar, 40 pelaku UMKM di sektor kuliner, kerajinan, dan kopi, serta 40 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang aktif mengelola destinasi wisata sekaligus menjaga budaya Osing. Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis pun meningkat sekitar 33 persen, dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, mengatakan Desa Sejahtera Astra Kemiren menjadi contoh bahwa pelestarian budaya mampu berjalan beriringan dengan pembangunan masyarakat.

"Melalui penguatan di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, Astra percaya warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas melalui peningkatan kualitas hidup, peluang usaha, dan kesejahteraan yang berkelanjutan," ujar Boy.

Di bidang kesehatan, Astra memperkuat layanan Posyandu, mendukung kesehatan ibu dan anak, menyediakan sarana kesehatan dasar, serta menggelar edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Pada sektor pendidikan, Astra membantu pengembangan PAUD melalui penyediaan sarana belajar, alat permainan edukatif, hingga pengenalan budaya Osing kepada anak-anak sebagai upaya menjaga keberlanjutan tradisi.

Sementara itu, pengelolaan lingkungan dilakukan melalui pendampingan pengolahan sampah organik dan nonorganik, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik, pengembangan fasilitas biogas, hingga pembentukan kelompok sadar lingkungan.

Di sektor kewirausahaan, Astra memperkuat desa wisata melalui pengembangan homestay, pemberdayaan UMKM, peningkatan kapasitas Pokdarwis, serta promosi wisata budaya Osing sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Atas konsistensi tersebut, Desa Kemiren telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), ASEAN Tourism Award 2025, serta terpilih dalam The Best Tourism Village Upgrade Program 2025.

Tak hanya di Kemiren, Astra melalui Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra juga membina kelompok tani buah naga di Desa Sumbermulyo, Banyuwangi. Pendampingan meliputi penguatan organisasi, budidaya organik, peningkatan kualitas pascapanen, hingga akses pemasaran.

Hasilnya, produksi buah naga meningkat dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025, sementara omzet kelompok tani melonjak dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar. Produk buah naga segar maupun olahan kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia hingga diekspor ke Singapura dan Hong Kong.

Melalui berbagai program tersebut, Astra menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan masyarakat dalam membangun desa yang mandiri, berdaya saing, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

 

Komentar