Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:24
OPINI

Mengapa Truk Besar Sering Bertahan di Jalur Tengah Tol Meski Melaju Lambat?

Mengapa Truk Besar Sering Bertahan di Jalur Tengah Tol Meski Melaju Lambat?
Ilustrasi truk di jalur tengah tol (Dok Freepik)

ASKARA - Pemandangan truk bertonase besar melaju di jalur tengah jalan tol meski dengan kecepatan relatif lambat kerap memicu keluhan pengguna jalan. Banyak pengendara mobil pribadi mempertanyakan mengapa kendaraan berat tersebut tidak tetap berada di lajur paling kiri sebagaimana lazimnya.

Pengamat transportasi menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pengemudi truk memilih bertahan di jalur tengah.

Salah satunya adalah kondisi lajur kiri yang sering menjadi lokasi kendaraan keluar-masuk melalui gerbang tol, rest area, maupun akses persimpangan. Arus kendaraan yang terus berubah membuat pengemudi truk harus lebih sering mengurangi kecepatan atau berpindah jalur apabila tetap berada di lajur kiri.

Selain itu, lajur kiri juga umumnya menerima beban paling besar dari kendaraan berat sehingga pada beberapa ruas jalan kondisinya lebih cepat mengalami gelombang atau kerusakan dibanding lajur lainnya. Demi menjaga kestabilan muatan dan kenyamanan berkendara, sebagian sopir memilih menggunakan jalur tengah.

Faktor keselamatan juga menjadi pertimbangan. Truk dengan muatan puluhan ton memiliki jarak pengereman yang jauh lebih panjang dibanding kendaraan ringan. Berpindah jalur secara berulang dari kiri ke tengah untuk menghindari kendaraan yang keluar-masuk dinilai meningkatkan risiko kecelakaan.

Meski demikian, kepolisian mengingatkan bahwa penggunaan lajur jalan tol tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Jalur paling kanan diperuntukkan bagi kendaraan yang hendak mendahului, sedangkan kendaraan yang melaju lebih lambat seharusnya tidak menghalangi arus lalu lintas di lajur tersebut.

Pengemudi truk juga diimbau menggunakan jalur sesuai rambu dan marka yang berlaku pada setiap ruas tol. Di beberapa jalan tol, terdapat aturan khusus yang mewajibkan kendaraan berat berada di lajur tertentu demi menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Pakar keselamatan transportasi menilai disiplin seluruh pengguna jalan menjadi kunci terciptanya perjalanan yang aman. Pengendara mobil pribadi diharapkan memahami karakteristik kendaraan berat yang memiliki keterbatasan dalam berakselerasi dan bermanuver, sementara pengemudi truk juga diminta tidak menggunakan jalur yang dapat menghambat kendaraan lain apabila kondisi lalu lintas memungkinkan.

Dengan saling memahami karakteristik masing-masing kendaraan dan mematuhi aturan berlalu lintas, keselamatan serta kelancaran perjalanan di jalan tol dapat lebih terjaga.

 

Komentar