3 Jantung, 8 Lengan, 9 Otak
OLEH: JAYA SUPRANA
ASKARA - Mohon para ateis jangan menghujat saya, sebab terus terang keanekaragaman hayati di marcapada ini membuat saya percaya Tuhan ada.
Kalau evolusi bikin CV, gurita bakal jadi kandidat paling istimewa. Hewan lunak tanpa tulang ini punya 3 jantung, 8 lengan, dan 9 otak. Kedengarannya fiksi ilmiah, tapi ini biologi nyata.
Dua jantung gurita bukan buat gaya-gayaan. Jantung insang kiri dan kanan tugasnya mompa darah biru — darah berbasis tembaga, bukan zat besi — lewat insang buat ambil oksigen. Kerja berat, karena air laut lebih miskin oksigen dari udara. Setelah darahnya “diisi ulang”, jantung sistemik ketiga yang besar di tengah tubuh yang memompa ke seluruh badan. Makanya gurita cepat capek kalau berenang. Desain tiga jantung itu kompromi evolusi: efisien di air, tapi boros energi.
Lalu 8 lengannya. Jangan sebut “tentakel”, itu beda spesies. Lengan gurita penuh pengisap, tiap pengisap punya sensor rasa + sentuhan. Jadi lengan bisa “mencicipi” batu karang sebelum gurita memutuskan itu makanan atau bukan. Lebih gila lagi: 2/3 neuron gurita ada di lengan, bukan di kepala. Lengan bisa ambil keputusan sendiri. Potong satu lengan, dia tetap bisa buka toples, merayap, bahkan menghindari bahaya. Kepala tinggal kasih tujuan besar: “cari kepiting”. Sisanya diserahin ke lengan. Makanya disebut punya 9 otak: 1 otak pusat di kepala + 8 “otak mini” di setiap lengan. Maka namanya Oktopus sebab delapan dalam bahasa Latin = octo .
Sistem saraf terdistribusi ini bikin gurita jenius tanpa tulang belakang. Dia bisa buka tutup botol dari dalam, kabur dari akuarium lewat celah sekecil koin, nyamar warna + tekstur kulit mirip karang dalam 0,3 detik. Kulitnya punya kromatofor + otot mikro yang dikontrol langsung, jadi kamuflasenya bukan sulap, bukan sihir tapi refleks saraf.
Ironinya, kecerdasan itu harus dibayar mahal. Gurita betina jaga telurnya sampai mati kelaparan. Setelah bertelur, hormon kehancuran diri aktif. Tubuhnya “memilih” habis buat anaknya. 3 jantung, 9 otak, tapi siklus hidupnya pendek: 1-3 tahun tergantung spesies.
Gurita menyadarkan kita bahwa cerdas itu tidak harus bertulang belakang, tidak harus punya satu otak besar di kepala. Kadang cerdas itu artinya membagi tugas, percaya sama “lengan” sendiri, dan tahu kapan harus berhenti demi generasi berikut.
3 jantung buat bertahan hidup. 8 lengan buat menjelajah. 9 otak buat mikir. Tapi tetap satu hati buat pengorbanan.

Komentar