Rabu, 24 Juni 2026 | 17:11
NEWS

Kemendagri Apresiasi Langkah Cepat Pemkab Bener Meriah Percepat Rehab Rekon Pascagempa

Kemendagri Apresiasi Langkah Cepat Pemkab Bener Meriah Percepat Rehab Rekon Pascagempa
Suasana Rakor Percepatan Rehab Rekon Kabupaten Bener Meriah (Dok Mubarak)

ASKARA – Tenaga Ahli Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Zam Zam Mubarak, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Bener Meriah yang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) pascagempa yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025.

Rakor yang berlangsung di Bener Meriah, Senin (22/6/2026), menghasilkan sejumlah formula percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sekaligus membahas berbagai isu strategis yang menjadi prioritas pemulihan kawasan terdampak bencana.

Menurut Zam Zam Mubarak, percepatan pemulihan pascabencana tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga harus mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

“Langkah cepat rehab rekon selain untuk memperkuat ekonomi daerah, juga akan berdampak pada penguatan ekonomi nasional. Kawasan Gayo memiliki peran penting karena menjadi perhatian dunia melalui kopi Arabika Gayo, pariwisata Danau Lut Tawar, serta kekayaan budayanya,” ujar Zam Zam Mubarak.

Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

Dalam rapat tersebut, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus utama. Dua akses strategis dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan ekonomi kawasan.

Pertama, Jalan Arteri Enang-Enang yang menghubungkan Takengon dan Bireuen. Jalur ini menjadi urat nadi perekonomian bagi Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Kepastian pembangunan jembatan permanen serta penyediaan jalur alternatif menjadi perhatian utama Satgas Percepatan Rehab Rekon.

Kedua, Jalan KKA yang menghubungkan Rembele dengan Lhokseumawe. Jalur tersebut dinilai strategis dalam memperkuat konektivitas kawasan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun yang merupakan salah satu kawasan ekonomi strategis nasional.

Forum juga mendorong peningkatan status Jalan KKA menjadi jalan nasional guna mempercepat distribusi komoditas unggulan daerah, khususnya kopi Arabika Gayo, serta mendukung pengembangan destinasi pariwisata strategis nasional di kawasan tengah Aceh.

Perlindungan Kopi Arabika Gayo

Selain pembangunan infrastruktur, rakor juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap Kopi Arabika Gayo sebagai salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat.

Peserta rapat menilai perlu adanya penguatan regulasi guna melindungi komoditas unggulan tersebut sekaligus memastikan manfaat ekonomi dari status Indikasi Geografis dapat dirasakan secara optimal oleh para petani.

Dengan regulasi yang kuat, petani tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga memperoleh nilai tambah ekonomi yang lebih besar dari produk kopi yang telah mendunia tersebut.

Bandara Rembele dan Mitigasi Bencana

Dalam pembahasan strategis lainnya, rakor turut membahas peningkatan peran Bandara Rembele sebagai kompleks pangkalan udara yang dapat mendukung upaya mitigasi bencana sekaligus memperkuat sistem pertahanan udara di kawasan tengah Aceh.

Keberadaan Bandara Rembele dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung mobilisasi bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana maupun dalam mendukung konektivitas kawasan.

Dihadiri Lintas OPD

Rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi antara Tenaga Ahli Kemendagri Zam Zam Mubarak dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, yang kemudian dilanjutkan secara teknis oleh Sekretaris Dinas PUPKP Bener Meriah, Rahmadani, S.T., M.T.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Penanggung Jawab Wilayah Bener Meriah Brigjen Asep Setiawan, Asisten II Setdakab Bener Meriah, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pendidikan, unsur Bappeda, Dinas Pertanian, Kantor Pertanahan, Dinas Sosial, Tenaga Ahli Bupati, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait lainnya.

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa dapat berjalan lebih cepat, efektif, serta mampu menjadi momentum untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Gayo. 

 

Komentar