Monumen Glenn Gould dan Ki Narto Sabdho
OLEH: JAYA SUPRANA
ASKARA - Apa yang disebut sebagai selera pada hakikatnya mustahil obyektif karena pasti subyektif. Maka selera saya sudah barang tentu hukumnya wajib subyektif sehingga mustahil obyektif mewakili selera orang lain.
Bagi selera saya pribadi maka sangat subyektif: pianis yang paling saya kagumi adalah Glenn Gould. Lubuk sanubari saya tergetar rasa terharu ketika menerima berita bahwa di pusat kota Toronto sebagai kota kelahiran Glenn Gould hadir monumen demi mengabadikan nama sang pianis Kanada keren tiada dua di jagad raya tersebut .
Monumen Glenn Gould berupa patung perunggu yang terletak di luar markas besar CBC (Canadian Broadcasting Corporation) di pusat kota Toronto, Kanada. Patung ini dibuat oleh pemahat Ruth Abernethy dan diresmikan oleh pemerintah Kanada pada tahun 1999. Patung ini menggambarkan sosok Glenn Gould duduk di bangku dengan pakaian khasnya, termasuk topi, sarung tangan, dan jaket tebal.
Glenn Gould adalah seorang pianis yang sangat dihormati dan dikenal karena interpretasi uniknya terhadap karya-karya Bach, Beethoven dan Brahms. Termasuk juga karya-karya Orlando Gibbons dan William Byrd dari masa Renaisans akhir dan transisi ke pra Barok. Bahkan Gould merekam tafsirnya terhadap karya-karya dodekafonik Aernold Schoenberg.
Ia lahir di Toronto pada tahun 1932 dan meninggal pada tahun 1982. Gould dikenal karena gaya permainan pianoforte yang unik dan kemampuan teknis-pianistik luar biasa spektakular. Rekaman interpretasi Gould terhadap Goldberg Variations tidak tertandingi sepanjang zaman.
Monumen Glenn Gould terletak di 250 Front Street West, Toronto, kini merupakan destinasi wisata kebudayaan terkemuka di kota tersebut. Selain patung, ada juga plakat prasasti dipasang oleh Historic Sites and Monuments Board of Canada untuk menghormati kontribusi Gould terhadap semesta musik abadi.
Di sisi lain saya sebagai warga Indonesia serta kebetulan cantrik sang mahapujangga musik karawitan Jawa, Ki Narto Sabdho, juga merasa terharu-biru dan sangat bangga bahwa Pemerintah Kota Semarang telah mendirikan dan meresmikan monumen di jalan Ki Narto Sabdho di kawasan pusat Ibukota Jawa Tengah, Monuman Ki Narto Sabdho mengabadikan jasa-jasa Ki Narto Sabdho terhadap Seni Pedalangan serta Musik Abadi Karawitan Jawa. Lagu “Ketipung Suling” yang lebih dikenal sebagai “Gambang Suling” layak tercatat di UNESCO sebagai Memory of the World atau warisan kebudayaan tak benda Indonesia dipersembahkan kepada dunia. Insya Allah, setara Ismail Marzuki , Ki Narto Sabdho akan diangkat menjadi Pahlawan Nasional melalui jalur kebudayaan. MERDEKA!

Komentar