Selasa, 09 Juni 2026 | 23:48
NEWS

Audit SMP Balongan Perkuat Pengamanan dan Ketahanan Energi Nasional

Audit SMP Balongan Perkuat Pengamanan dan Ketahanan Energi Nasional
Foto bersama usai Audit Resertifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan, Indramayu (Dok Askara)

ASKARA - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan Audit Resertifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan, Indramayu, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan sistem pengamanan pada salah satu objek vital nasional (Obvitnas) tetap berjalan optimal dan sesuai standar yang ditetapkan.

Sebagai kilang yang menyuplai sekitar 12 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional, keberadaan Kilang Balongan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi Indonesia. Karena itu, aspek pengamanan menjadi faktor yang tidak dapat ditawar.

Ketua Tim Audit, Kombes Pol Hadianur, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa proses resertifikasi bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas sistem pengamanan yang telah diterapkan.

“Resertifikasi ini ibarat pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh terhadap sistem pengamanan. Kami memastikan seluruh elemen SMP tetap berjalan sesuai Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2019. Jika ditemukan kekurangan, harus segera dilakukan perbaikan karena yang dipertaruhkan adalah keamanan objek vital dan ketahanan energi nasional,” ujarnya saat pembukaan audit di RR-I ADM Building.

Audit resertifikasi memberikan sejumlah manfaat penting, baik bagi negara maupun masyarakat. Pertama, memastikan pasokan BBM tetap aman dengan meminimalkan potensi gangguan akibat sabotase, ancaman teror, maupun kelalaian operasional.

Kedua, audit menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai ancaman baru yang terus berkembang, mulai dari serangan siber, penggunaan drone ilegal, hingga potensi ancaman dari pihak internal. Melalui proses ini, pola pengamanan, prosedur operasional standar (SOP), dan teknologi pendukung dapat terus diperbarui sesuai kebutuhan.

Ketiga, audit memastikan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengamanan tetap terjaga. Personel keamanan tidak hanya dituntut hadir secara fisik, tetapi juga harus memiliki kemampuan teknis, memahami prosedur tanggap darurat, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta pengendalian akses keamanan.

Manfaat berikutnya adalah memberikan kepastian kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Sertifikat SMP menjadi bukti bahwa perusahaan telah memenuhi standar pengamanan yang ditetapkan negara, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor, lembaga asuransi, dan mitra bisnis.

Selain itu, penerapan sistem pengamanan yang baik juga berperan dalam mencegah kerugian ekonomi yang sangat besar akibat gangguan operasional.

Executive General Manager RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, menegaskan bahwa penghentian operasional kilang dalam waktu singkat saja dapat menimbulkan kerugian yang sangat signifikan.

“Resertifikasi SMP merupakan investasi penting. Biaya yang dikeluarkan untuk penguatan sistem pengamanan jauh lebih kecil dibandingkan risiko kerugian yang dapat timbul apabila terjadi insiden,” katanya.

Sementara itu, Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Dr. M. Syahduddi, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa audit yang dilakukan Polri bertujuan memperkuat sistem pengamanan, bukan mencari kesalahan.

“Polri hadir untuk memastikan objek vital nasional tetap terlindungi. Resertifikasi SMP menjadi bukti bahwa sistem pengamanan berjalan dengan baik sehingga pasokan energi nasional dapat terus terjaga. Inilah wujud Polri yang siap terlihat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Audit resertifikasi dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan metode pemeriksaan dokumen, observasi lapangan, simulasi pengamanan, serta wawancara terhadap berbagai unit kerja yang terkait dengan pengelolaan keamanan di lingkungan Kilang Balongan.

 

Komentar