Empat Gunung Api Berstatus Siaga, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
ASKARA - Aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia masih menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data pemantauan terbaru per 2 Juni 2026, empat gunung api berada pada Status Level III (Siaga), sehingga masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi dari otoritas terkait.
Keempat gunung api yang saat ini berstatus Siaga tersebut adalah Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara; Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur; Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta; serta Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.
Status Siaga menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik berada di atas tingkat normal dan berpotensi menimbulkan erupsi maupun bahaya lainnya seperti guguran lava, awan panas, lontaran material vulkanik, hingga lahar hujan apabila terjadi curah hujan tinggi.
Gunung Lewotobi Laki-laki menjadi salah satu gunung yang terus mendapat perhatian karena dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan aktivitas erupsi yang cukup intens. Sementara itu, Gunung Merapi dan Semeru yang merupakan gunung api paling aktif di Indonesia juga masih memperlihatkan aktivitas vulkanik yang signifikan.
Di Sulawesi Utara, Gunung Awu yang dikenal sebagai salah satu gunung api dengan sejarah letusan besar juga terus dipantau secara ketat oleh petugas pemantau gunung api.
Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diimbau untuk tidak memasuki zona bahaya yang telah ditetapkan dan selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Selain itu, pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta terus meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk melakukan sosialisasi kepada warga yang berada di kawasan rawan bencana gunung api.
Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) memiliki lebih dari 120 gunung api aktif, sehingga pemantauan aktivitas vulkanik secara berkelanjutan menjadi langkah penting dalam upaya mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat.

Komentar