Selasa, 21 Juli 2026 | 13:12
NEWS

Prabowo Ambil Langkah Tegas, Pucuk Pimpinan BGN Resmi Diganti

Prabowo Ambil Langkah Tegas, Pucuk Pimpinan BGN Resmi Diganti
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari dalam keterangan pers di Ruang Sidang Kabinet, Jakarta (Dok Seskab).

ASKARA - Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan agenda peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Keputusan tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari dalam keterangan pers di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Dalam susunan baru tersebut, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Ia akan didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

Menteri Prasetyo Hadi menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja lembaga selama hampir satu setengah tahun terakhir.

“Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, maka pada hari ini Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.

Menurutnya, kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi, mempercepat implementasi program prioritas, serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.

Seiring keputusan tersebut, Presiden Prabowo juga mengakhiri masa tugas Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional serta Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

Pemerintah menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi para pejabat sebelumnya dalam membangun fondasi kelembagaan BGN sejak pertama kali dibentuk.

“Tentunya disertai ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi selama ini dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.

Presiden Prabowo, lanjutnya, menaruh harapan besar kepada jajaran pimpinan baru agar segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh program peningkatan gizi masyarakat dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.

“Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia,” tegas Prasetyo.

Pergantian pimpinan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat program strategis nasional di bidang gizi dan kesehatan, yang menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Presiden Prabowo dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.

 

Komentar