Selasa, 21 Juli 2026 | 22:38
NEWS

Romo Yos Bintoro Dengar Jeritan Pendidikan Anak Katolik Maluku

Romo Yos Bintoro Dengar Jeritan Pendidikan Anak Katolik Maluku
Kepala SMA Xaverius Ambon, Gerardina Elsoin, S.Pd., M.Si., saat berdialog dengan Romo Kolonel (Purn) Yos Bintoro, Pr dalam rangkaian Sabatical Journey di Maluku. (Dok OCI)

ASKARA - Dunia pendidikan Katolik di Indonesia Timur masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait akses pembiayaan pendidikan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Harapan tersebut disampaikan Kepala SMA Xaverius Ambon, Gerardina Elsoin, S.Pd., M.Si., saat berdialog dengan Romo Kolonel (Purn) Yos Bintoro, Pr dalam rangkaian Sabatical Journey di Maluku.

Dalam wawancara yang berlangsung di SMA Xaverius Ambon, Gerardina menyampaikan keprihatinannya terhadap banyak siswa Katolik yang memiliki kemampuan akademik tinggi dan cita-cita besar, namun terpaksa mengubur impiannya karena keterbatasan ekonomi keluarga.

“Banyak anak-anak kita yang berprestasi, memiliki kemampuan intelektual yang baik dan ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bahkan ke fakultas-fakultas favorit seperti kedokteran. Namun karena kondisi ekonomi orang tua yang tidak memungkinkan, mereka akhirnya mengundurkan diri atau tidak melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Menurut Gerardina, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi regenerasi sumber daya manusia Katolik, khususnya di wilayah Maluku dan Indonesia Timur. Ia berharap Gereja Katolik dapat mengambil peran lebih besar dalam membantu membuka akses pendidikan bagi generasi muda yang memiliki potensi namun terkendala biaya.

“Apakah bisa Gereja mendatangkan atau memfasilitasi bantuan bagi mereka agar memperoleh kesempatan terbaik? Karena mereka memiliki masa depan yang baik, tetapi terbentur persoalan finansial,” katanya.

Gerardina menilai pendidikan merupakan investasi penting untuk melahirkan generasi penerus yang mampu bersaing dan berkontribusi bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa. Ia berharap dukungan tidak hanya diberikan hingga jenjang sarjana, tetapi juga bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Romo Yos Bintoro menyampaikan bahwa suara para praktisi pendidikan seperti Gerardina merupakan masukan berharga bagi Gereja dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda Indonesia.

Menurut Romo Yos, persoalan pembiayaan pendidikan di kawasan timur Indonesia memang masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Gereja, pemerintah, dunia usaha, hingga para dermawan.

“Ibu Gerardina mengingatkan kita semua untuk tidak hanya mengajak anak-anak sekolah dan kuliah, tetapi juga memikirkan bagaimana mereka dapat memperoleh dukungan pembiayaan agar cita-cita mereka tidak terhenti di tengah jalan,” ujar Romo Yos.

Wakil Uskup untuk umat Katolik di lingkungan TNI-Polri atau Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) itu menilai masih banyak anak-anak muda berbakat di Maluku yang membutuhkan perhatian lebih serius agar mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Ini baru di SMA Xaverius yang berada di Kota Ambon dan memiliki reputasi baik. Kita bisa membayangkan kondisi anak-anak muda di daerah-daerah pelosok yang mungkin menghadapi tantangan lebih besar lagi. Mereka membutuhkan uluran tangan dan perhatian dari banyak pihak,” katanya.

Romo Yos berharap aspirasi yang disampaikan Kepala SMA Xaverius Ambon dapat menjadi perhatian bersama dan mendorong lahirnya program-program konkret untuk mendukung pendidikan generasi muda Katolik, khususnya di Indonesia Timur.

“Kita perlu bersama-sama memikirkan masa depan anak-anak bangsa ini. Semoga pesan ini dapat sampai kepada kalangan yang lebih luas dan melahirkan tindak lanjut nyata bagi mereka yang membutuhkan,” tuturnya.

Dialog tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian Sabatical Journey Romo Yos di Maluku dan Maluku Utara yang berfokus pada pelayanan pastoral, pendidikan, wawasan kebangsaan, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan di wilayah timur Indonesia.

 

Komentar