Rabu, 22 Juli 2026 | 00:02
NEWS

Positive Technologies Perluas Kerja Sama Pendidikan Siber dengan Universitas Indonesia

Positive Technologies Perluas Kerja Sama Pendidikan Siber dengan Universitas Indonesia
Positive Technologies (Dok PT)

ASKARA - Perusahaan keamanan siber asal Rusia, Positive Technologies, memperluas kemitraan pendidikan dengan sejumlah universitas di Indonesia guna mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang keamanan siber.

Kerja sama tersebut diumumkan dalam Forum Ekonomi Internasional “Rusia – Dunia Islam: KazanForum”, melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan lima universitas Indonesia, yakni Universitas Brawijaya (UB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Manufaktur Bandung, Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), serta Universitas Darul Ma’arif (UDM).

Sebelumnya, Positive Technologies juga telah menandatangani dokumen kerja sama serupa dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD) di Moskow.

Melalui kemitraan ini, Positive Technologies bersama perguruan tinggi di Indonesia akan mengembangkan berbagai program pendidikan keamanan siber, mulai dari pelatihan tenaga pengajar, pembangunan laboratorium praktik keamanan siber, hingga pengembangan kurikulum terkait pertahanan siber dan pengembangan perangkat lunak yang aman.

Selain itu, platform pelatihan mandiri EdTechLab juga akan diterapkan di universitas-universitas yang tergabung dalam kerja sama tersebut.

Direktur Regional Asia Tenggara Positive Technologies, Elena Grishaeva, mengatakan kebutuhan tenaga kerja terampil menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan siber di tingkat perusahaan maupun negara.

“Tenaga kerja yang terampil sangat penting untuk mencapai ketahanan siber yang kuat di perusahaan, industri, dan seluruh negara. Kemitraan dengan universitas-universitas Indonesia membantu kami memperkuat komunitas ahli yang dapat secara kolaboratif melawan ancaman siber di Asia Tenggara dan secara global,” ujar Elena Grishaeva, baru-baru ini.

Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami percepatan transformasi digital, termasuk dalam pengembangan infrastruktur digital dan layanan pemerintahan elektronik. Namun, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko serangan siber.

Berdasarkan laporan Positive Technologies, Indonesia disebut menyumbang sekitar 40 persen dari seluruh kasus pelanggaran data yang dilaporkan di Asia Tenggara.

Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Kartasasmita, menilai kerja sama internasional di bidang keamanan siber sangat penting untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks.

“Universitas Padjadjaran percaya bahwa institusi pendidikan tinggi memainkan peran vital dalam mempersiapkan talenta keamanan siber masa depan melalui program akademis yang lebih kuat, pelatihan praktis, kolaborasi penelitian, dan keterlibatan industri,” kata Arief.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Positive Technologies diharapkan dapat memperkuat kompetensi praktis mahasiswa sekaligus mendukung ketahanan siber nasional Indonesia.

Direktur Pusat Program dan Proyek Pendidikan Positive Technologies, Yuliya Danchina, mengatakan selama dua tahun terakhir pihaknya telah membangun salah satu jaringan kemitraan pendidikan keamanan siber internasional terbesar di Indonesia dengan melibatkan 12 universitas.

“Kami secara bertahap menciptakan lingkungan di mana pendidikan bergerak melampaui teori menuju praktik langsung yang mencerminkan skenario dunia nyata,” ujarnya.

Menurut Yuliya, mahasiswa Indonesia juga rutin mengikuti Positive Hack Camp, program pelatihan keamanan siber internasional yang digelar Positive Technologies dan Positive Education. Pada 2026, mahasiswa Indonesia akan mengikuti program tersebut untuk ketiga kalinya.

Sebelumnya, pada Mei 2025 Positive Technologies telah menjalin kerja sama dengan empat institusi pendidikan Indonesia dalam festival siber internasional Positive Hack Days. Kemudian pada Agustus 2025, Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) turut bergabung dalam kemitraan tersebut.

 

Komentar