Selasa, 21 Juli 2026 | 10:49
NEWS

Evakuasi Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani Berhasil, Korban Diterbangkan ke Bali

Evakuasi Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani Berhasil, Korban Diterbangkan ke Bali
Upaya evakuasi medis udara terhadap seorang pendaki perempuan asal Malaysia yang mengalami cedera serius di Gunung Rinjani, Lombok Timur, berhasil dilakukan pada Selasa (26/5/2026) pagi. (Dok Basarnas)

ASKARA - Upaya evakuasi medis udara terhadap seorang pendaki perempuan asal Malaysia yang mengalami cedera serius di Gunung Rinjani, Lombok Timur, berhasil dilakukan pada Selasa (26/5/2026) pagi.

Korban yang sebelumnya terjatuh saat menuruni jalur pendakian dari arah puncak menuju Pelawangan berhasil dievakuasi menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Bali untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Kantor SAR Mataram sebelumnya menerima laporan pada Senin (25/5/2026) mengenai seorang pendaki asal Malaysia yang mengalami kecelakaan saat turun dari puncak Gunung Rinjani.

Korban dilaporkan mengalami cedera serius hingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya. Oleh porter dan pemandu pendakian, korban kemudian dievakuasi menuju Pelawangan 2 Sembalun.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue dari Pos SAR Kayangan dan Kantor SAR Mataram langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

Untuk mempercepat penanganan, helikopter milik PT SGi Air Bali diterbangkan dari Bali menuju kawasan Gunung Rinjani.

Namun saat tiba di lokasi pada Senin sore, proses evakuasi udara sempat terkendala cuaca buruk berupa kabut tebal yang menyelimuti kawasan Pelawangan 2 Sembalun.

Meski kru helikopter telah berupaya mencari celah pendaratan, jarak pandang yang sangat terbatas membuat helikopter akhirnya kembali ke Bali demi menjaga keselamatan penerbangan.

Berdasarkan rekomendasi tim medis Nusa Medica Clinic, korban diputuskan tetap berada di lokasi sementara waktu guna menjaga stabilitas kondisinya. Selama penundaan evakuasi, korban mendapat pengawasan intensif dari tenaga medis dan tim SAR gabungan.

Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan keselamatan korban dan kru menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut.

“Karena kendala cuaca berupa kabut tebal, evakuasi udara kami tunda dan baru dilanjutkan kembali saat jarak pandang dinyatakan aman,” ujar Hariyadi.

Cuaca yang mulai membaik pada Selasa pagi akhirnya memungkinkan helikopter PT SGi Air Bali kembali diterbangkan dari Lapangan Sembalun pada pukul 08.05 WITA menuju Pelawangan 2 Sembalun.

Setelah proses persiapan selesai, korban segera dipindahkan ke dalam helikopter dan diterbangkan menuju Bali pada pukul 08.17 WITA.

Helikopter kemudian mendarat di helipad Benoa, Bali, pada pukul 09.05 WITA. Selanjutnya korban dirujuk ke Rumah Sakit Inmedika Sanur, Bali, untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.

Keberhasilan operasi evakuasi ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, di antaranya Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), PT SGi Air Bali, Nusa Medica Clinic, BPBD Lombok Timur, EMHC, SAR Unit Lombok Timur, serta porter dan pemandu pendakian yang sigap mendampingi korban hingga proses evakuasi selesai dengan aman.

 

Komentar