Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14
NEWS

Aceh Kembali Gelap, Warga Keluhkan Listrik 'Hidup-Mati'

Aceh Kembali Gelap, Warga Keluhkan Listrik 'Hidup-Mati'
Ilustrasi pemadaman listrik (Dok Freepik)

ASKARA - Pemadaman listrik kembali terjadi di sejumlah wilayah Aceh pada Minggu malam (24/5/2026) hingga Senin malam (25/5/2026), meski PLN sebelumnya menyatakan sistem kelistrikan Sumatera telah pulih 100 persen pasca blackout besar yang melanda sembilan provinsi di Sumatera.

Warga mengeluhkan kondisi listrik yang terus hidup-mati selama dua hari terakhir dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Sudah dua hari, hidup mati pak, per 21.10 WIB malam ini kembali gelap,” ujar Barack Zam Zam kepada ASKARA, Senin (25/5/2026).

Tak lama kemudian, listrik sempat kembali menyala. Namun kondisi itu tidak berlangsung lama.

“Ini kembali hidup lagi pak,” katanya.

Beberapa menit berselang, pemadaman kembali terjadi.

“Sekarang mati lagi pak,” tambahnya.

Sebelumnya, PLN menyebut gangguan awal terjadi pada segmen SUTT 275 kV New Aur Duri–Sumsel 5 yang menjalar hingga memecah sistem Sumatera menjadi tiga island, yakni Sumatera Bagian Utara (SBU), Sumatera Bagian Tengah (SBT), dan Sumatera Bagian Selatan (SBS). Dari ketiga sistem tersebut, SBU mengalami padam total.

Pemadaman besar yang terjadi sejak Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.44 WIB itu berdampak pada sembilan provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung.

Total pelanggan terdampak mencapai 13.553.980 pelanggan atau sekitar 69,15 persen dari total pelanggan Sumatera sebanyak 19.598.427 pelanggan, dengan total beban padam mencapai 5.579 MW.

PLN menyatakan sistem Sumatera kembali tersambung pada 23 Mei 2026 pukul 11.50 WIB dan dinyatakan pulih total pada 24 Mei 2026 pukul 06.00 WIB.

Namun pada periode beban puncak malam hari mulai pukul 19.00 WIB, pasokan listrik kembali tidak mampu memenuhi kebutuhan beban karena sejumlah pembangkit belum siap beroperasi penuh. Kondisi ini memaksa dispatcher melakukan Manual Load Shedding (MLS) atau pemadaman beban secara manual demi menjaga stabilitas sistem.

PLN kemudian menyebut pada pukul 20.45 WIB seluruh pelanggan kembali terlayani 100 persen setelah beberapa pembangkit mulai optimal memasok daya ke sistem.

Meski demikian, laporan warga menunjukkan gangguan listrik masih terjadi secara berulang di sejumlah wilayah Aceh hingga Senin malam.

Selain kelistrikan, distribusi BBM dan LPG di wilayah terdampak dilaporkan telah kembali normal. Di Aceh, seluruh 156 SPBU, 11 SPBE dan 133 agen LPG disebut telah beroperasi 100 persen.

Pemerintah dan Pertamina juga melakukan berbagai langkah darurat, termasuk pengiriman BBM dan LPG melalui jalur udara ke wilayah terisolasi seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah.

 

Komentar