Perundingan AS-Iran Kembali Buntu, Proposal Nuklir Tehran Ditolak Washington
ASKARA - Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran terkait kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik di antara kedua negara kembali menemui jalan buntu setelah Tehran menyerahkan proposal baru yang dinilai tidak memenuhi tuntutan Washington mengenai program nuklir Iran.
Menurut laporan yang dikutip dari sumber pejabat Amerika Serikat dan diplomat negara mediator, Iran tidak memasukkan konsesi langsung terkait program nuklirnya dalam proposal yang disampaikan akhir pekan lalu.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya menunggu lebih dari sepekan respons Iran terhadap proposal Washington yang mengharuskan Tehran memindahkan cadangan uranium yang telah diperkaya keluar dari negara itu serta menghentikan pengayaan uranium dalam jangka panjang.
Namun dalam tanggapan yang diterima pada Minggu lalu, Iran justru menawarkan komitmen untuk memulai pembicaraan mengenai isu nuklir setelah tercapainya gencatan senjata permanen antara kedua negara.
Proposal Iran juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz serta jaminan penghentian permanen permusuhan antara Washington dan Tehran.
Salah satu diplomat mediator menyebut sikap Iran menunjukkan rasa percaya diri yang meningkat setelah mampu bertahan menghadapi serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel selama hampir enam pekan, ditambah blokade pelabuhan yang dilakukan Washington.
“Iran merasa berada di posisi pengendali,” ujar sumber diplomatik tersebut.
Meski kedua proposal sama-sama membuka peluang negosiasi teknis lanjutan terkait isu nuklir, Amerika Serikat menginginkan adanya langkah konkret dari Iran sejak awal, khususnya terkait cadangan lebih dari 400 kilogram uranium dengan tingkat pengayaan tinggi yang diyakini tersimpan di fasilitas bawah tanah.
Washington juga tetap menuntut agar Iran berkomitmen untuk tidak lagi melakukan pengayaan uranium di masa depan.
Meski demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya sempat mengisyaratkan bahwa Washington dapat menerima komitmen Iran untuk menghentikan pengayaan uranium dalam jangka waktu sangat panjang.
Pemerintah AS disebut sangat berkepentingan menghentikan gangguan Iran terhadap jalur pelayaran internasional yang telah memicu gangguan ekonomi global.
Namun, Washington menilai proposal terbaru Tehran hanya upaya memperpanjang negosiasi tanpa memberikan kepastian terkait isu nuklir.
Presiden Donald Trump bahkan menyebut respons Iran sebagai “sampah” dan memperingatkan bahwa proposal tersebut dapat mengancam gencatan senjata rapuh yang saat ini masih berlangsung.
Trump juga mengklaim bahwa negosiator Iran sebelumnya sempat menyampaikan kesiapan untuk menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya tinggi kepada Amerika Serikat, namun komitmen tersebut tidak dicantumkan dalam dokumen resmi yang diserahkan Tehran.
Selain itu, Trump mengatakan Iran sebelumnya juga memberi sinyal tidak akan mengembangkan senjata nuklir dalam waktu lama, tetapi pernyataan itu kembali tidak dimasukkan dalam proposal resmi mereka.
Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan terbuka mengenai kesiapan menyerahkan cadangan uranium ataupun menghentikan pengayaan uranium secara permanen.

Komentar