Rabu, 01 Juli 2026 | 10:35
LIFESTYLE

Siloam Lippo Village Raih Sertifikasi Stroke Internasional Pertama di Indonesia

Siloam Lippo Village Raih Sertifikasi Stroke Internasional Pertama di Indonesia
Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV) dan Clinical Care Program untuk penanganan Acute Ischemic Stroke dari Joint Commission International (JCI) (Dok Siloam)

ASKARA - Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV) mencatat sejarah baru di dunia layanan kesehatan nasional setelah menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi Clinical Care Program untuk penanganan Acute Ischemic Stroke dari Joint Commission International (JCI).

Pengakuan internasional tersebut diterima SHLV pada 11 Maret 2026, sekaligus menandai keberhasilan rumah sakit tersebut mempertahankan akreditasi JCI selama tujuh tahun berturut-turut.

Pencapaian ini menjadi penting di tengah tingginya angka kasus stroke di Indonesia yang masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan permanen. Penanganan cepat dan tepat dinilai sangat menentukan keselamatan serta peluang pemulihan pasien stroke.

Hospital Director Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Erick Prawira Suhardhi, MARS, mengatakan sertifikasi tersebut menunjukkan kesiapan rumah sakit dalam memberikan layanan stroke berstandar internasional secara terintegrasi.

“Dalam penanganan stroke, kecepatan dan ketepatan sangat krusial. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa sistem kami mampu memberikan respons yang cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar internasional, sehingga dapat meningkatkan peluang pemulihan pasien secara signifikan,” ujar dr. Erick dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Sertifikasi Clinical Care Program Certification (CCPC) dari JCI diberikan kepada rumah sakit yang dinilai memiliki sistem penanganan stroke komprehensif, mulai dari layanan kegawatdaruratan, diagnosis cepat, tindakan medis, hingga rehabilitasi pasien.

Tidak hanya menilai fasilitas, sertifikasi ini juga mengukur konsistensi tenaga medis dalam menerapkan protokol berbasis bukti (evidence-based medicine) untuk menghasilkan kualitas pelayanan dan hasil klinis yang optimal.

SHLV mengikuti proses sertifikasi tersebut sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan stroke berstandar global di dalam negeri sehingga masyarakat tidak perlu mencari pengobatan ke luar negeri.

Menurut dr. Erick, keberhasilan tersebut didukung kesiapan sistem layanan stroke yang terstruktur serta kolaborasi multidisiplin dari berbagai tenaga medis.

“Kolaborasi tim dan kesiapan teknologi menjadi kunci utama. Kami memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang optimal sejak fase akut hingga pemulihan,” katanya.

Sebagai pusat layanan neuroscience, SHLV didukung dokter spesialis saraf, bedah saraf, radiologi, ICU hingga rehabilitasi medik dengan dukungan teknologi medis modern dan protokol klinis terstandarisasi.

Penanganan stroke iskemik akut sendiri membutuhkan tindakan cepat untuk membuka kembali aliran darah ke otak. Keterlambatan penanganan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sel otak hanya dalam hitungan menit.

Dengan pencapaian tersebut, Siloam Hospitals Lippo Village memperkuat posisinya sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama penanganan stroke di Indonesia serta menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional yang dapat diakses masyarakat luas.

 

Komentar