Selasa, 30 Juni 2026 | 04:56
NEWS

Kembung dan Bandeng, Superfood Nusantara: Prof. Rokhmin Dahuri Tantang Dominasi Salmon Barat

Kembung dan Bandeng, Superfood Nusantara: Prof. Rokhmin Dahuri Tantang Dominasi Salmon Barat
Prof. Rokhmin Dahuri foto bersama (dok.noli)

ASKARA - Kota Cirebon menjadi saksi gebrakan narasi pangan laut Nusantara. Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menegaskan bahwa ikan kembung dan bandeng bukan sekadar alternatif, melainkan superfood asli Indonesia yang kandungan gizinya melampaui salmon yang selama ini diagungkan Barat.  

Penjelasan tersebut disampaikan Prof. Rokhmin pada Selasa (5/5/2026) dalam acara Penyerahan Bantuan Makanan Olahan Ikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Qur'an di Kayuwalang, Kelurahan Karya Mulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat. Ada 500 paket makanan olahan ikan yang diberikan, termasuk ke warga sekitar ponpes.

Rektor Universitas UMMI Bogor ini mengurai data ilmiah: Kandungan omega-3 pada ikan kembung 2,6 gr/100 gr, sedangkan salmon 1,4-1,8 gr/100 gr. Ikan kembung unggul dalam vitamin D, harga terjangkau dan kaya protein. Ikan kembung juga pilihan istimewa untuk kesehatan jantung, otak dan tulang dengan nutrisi setara atau lebih baik dari salmon. “Jangan tertipu propaganda Barat. Kita punya ikan yang lebih super,” tegasnya.  

Prof. Rokhmin Dahuri melontarkan kritik pedas terhadap mitos salmon. “Fakta ilmiahnya, kandungan gizi salmon kalah dengan kembung dan bandeng,” katanya. Pernyataan ini seakan menampar iklan-iklan mewah yang menjual salmon sebagai simbol gaya hidup modern.

Ia menuturkan bahwa ikan kembung dan bandeng memiliki kandungan omega-3, protein, dan vitamin D yang lebih tinggi serta harga yang jauh lebih terjangkau.  
“Anak-anak yang diberi makan ikan akan tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” ujarnya, menekankan pentingnya konsumsi ikan lokal bagi masa depan bangsa.  

Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan, Ikan bandeng dan kembung juga harganya lebih murah, banyak dijual di pasar maupun supermarket serta mudah dimasaknya.

"Jangan terpengaruh propaganda dan promosi pihak barat tentang ikan salmon. Fakta ilmiahnya, kandungan gizi ikan salmon masih kalah dengan kembung dan bandeng. Masyarakat jangan tertipu dengan pihak barat, ada banyak ikan di perairan Indonesia yang  lebih super," jelas Prof. Rokhmin, Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004 ini.

Penyerahan bantuan makanan olahan ikan ini merupakan bentuk kemitraan anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP).

Hadir Pimpinan Ponpes Qur'an Kayuwalang, KH. Agus Talik, S.Ag., M.Pd., kepala UPT BPPMHKP di Cirebon, perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Cirebon. Tampak pula Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati dan dua tokoh Cirebon, Suryana serta Edi Suripno.

Momentum ini bukan hanya edukasi gizi, melainkan gerakan kebangkitan pangan laut nasional. Kehadiran santri, warga, tokoh masyarakat, hingga pimpinan Ponpes menegaskan bahwa kedaulatan pangan dimulai dari meja makan rakyat.

Komentar