Implan Koklea Pintar Terbaru Hadir di Indonesia
ASKARA - Inovasi terbaru di bidang kesehatan pendengaran resmi hadir di Indonesia dengan diperkenalkannya Cochlear™ Nucleus® Nexa™ System, implan koklea pintar yang diklaim mampu meningkatkan kualitas hidup pasien dengan gangguan pendengaran.
Teknologi yang dikembangkan oleh Cochlear Ltd ini menjadi terobosan karena dilengkapi memori internal dan firmware yang dapat diperbarui. Berbeda dengan sistem sebelumnya, pengguna dapat menerima pembaruan teknologi secara langsung tanpa perlu mengganti perangkat implan.
Marketing Director Cochlear untuk Asian Growth Markets, Ashish Joshi, menyebut Nexa System sebagai implan koklea pintar pertama di dunia yang menghadirkan inovasi berkelanjutan.
“Melalui teknologi ini, pengguna tidak hanya mendapatkan solusi saat ini, tetapi juga akses terhadap inovasi di masa depan. Ini merupakan bagian dari komitmen kami memperluas akses teknologi pendengaran canggih di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia,” ujarnya, Minggu (26/4).
Di Indonesia, distribusi perangkat ini dilakukan oleh Kasoem Hearing Center. Perwakilan Kasoem, Trista Kasoem, menilai teknologi tersebut sebagai lompatan besar dalam layanan kesehatan pendengaran.
“Dengan sistem yang dapat terus diperbarui, pasien mendapatkan manfaat jangka panjang sekaligus meningkatkan kualitas layanan yang kami berikan,” kata Trista.
Salah satu keunggulan utama sistem ini adalah kemampuannya menyimpan pengaturan prosesor suara secara personal di dalam implan, sehingga memudahkan pasien untuk kembali terhubung apabila menggunakan perangkat pengganti.
Implementasi teknologi ini telah dilakukan melalui prosedur operasi pertama di Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang.
Dokter spesialis THT-KL yang melakukan tindakan tersebut, dr. Eko Teguh Prianto, menyatakan bahwa Nexa System mampu memberikan kualitas pendengaran yang lebih optimal dalam jangka panjang.
“Selain meningkatkan kualitas hidup pasien, sistem ini juga memiliki tingkat keandalan tinggi, mencapai 99,76 persen, sehingga memberikan rasa aman bagi pengguna,” ujarnya.
Perwakilan Siloam Hospitals Lippo Village, Alexander Mutak, menyatakan kebanggaannya menjadi rumah sakit pertama yang mengimplementasikan teknologi ini di Indonesia.
“Inovasi ini membuka peluang lebih luas bagi pasien untuk mendapatkan penanganan gangguan pendengaran yang lebih modern dan efektif,” katanya.
Secara global, gangguan pendengaran masih menjadi tantangan besar dengan ratusan juta orang terdampak. Berbeda dengan alat bantu dengar yang hanya memperkuat suara, implan koklea bekerja dengan merangsang langsung saraf pendengaran untuk meningkatkan kejelasan suara.
Hadirnya Cochlear™ Nucleus® Nexa™ System diharapkan menjadi solusi baru bagi pasien di Indonesia untuk memperoleh kualitas pendengaran yang lebih baik melalui teknologi yang adaptif dan berkelanjutan.

Komentar