Senin, 06 Juli 2026 | 21:30
NEWS

Viral Kapal Diduga Milik Pertamina Tanpa Awak WNI, Publik Pertanyakan Kedaulatan

Viral Kapal Diduga Milik Pertamina Tanpa Awak WNI, Publik Pertanyakan Kedaulatan
Kapal tanker milik Pertamina dan awak kapal yang melakukan kontak di laut(Dok Tiktok)

ASKARA - Video viral di media sosial memicu sorotan tajam terhadap pengelolaan aset strategis nasional setelah muncul klaim bahwa sebuah kapal diduga milik Pertamina diawaki sepenuhnya oleh warga negara asing (WNA) asal India, tanpa satu pun awak berkewarganegaraan Indonesia.

Rekaman berdurasi sekitar tiga menit yang diunggah akun X @kenhans03 itu menyebut kapal tersebut berada di kawasan Selat Hormuz pada 18 April 2026, wilayah dengan tingkat risiko tinggi akibat eskalasi konflik geopolitik.

Dalam video itu, pengunggah mengaku terkejut saat berkomunikasi dengan kru kapal. Ia menyebut seluruh awak kapal mengaku berasal dari India.

“Semua kru dari India, tidak ada orang Indonesia,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut.

Temuan ini langsung memantik perdebatan luas di ruang publik. Warganet mempertanyakan komitmen nasionalisme dalam pengelolaan aset BUMN, khususnya di sektor energi yang dinilai strategis dan menyangkut kedaulatan negara.

Sorotan juga mengarah pada dugaan lemahnya kontrol dan transparansi operasional, termasuk kebijakan perekrutan awak kapal di jalur internasional yang berisiko tinggi.

“Kalau benar kapal milik negara tapi tanpa awak WNI, ini bukan sekadar soal teknis, tapi menyangkut kedaulatan dan keberpihakan,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Hingga kini, pihak Pertamina belum memberikan klarifikasi resmi terkait identitas kapal maupun komposisi awaknya. Ketiadaan penjelasan tersebut justru memperkuat spekulasi dan meningkatkan tekanan publik.

Pengamat menilai, jika informasi tersebut terbukti, maka hal ini bisa menjadi preseden serius terkait tata kelola BUMN dan perlindungan kepentingan nasional di sektor strategis.

Publik mendesak adanya penjelasan terbuka dan transparan dari pihak terkait. Pasalnya, penggunaan awak asing secara penuh pada kapal yang diduga milik negara dinilai tidak hanya persoalan operasional, tetapi juga menyentuh aspek kedaulatan, keamanan, dan martabat bangsa.

 

 

Komentar