Rabu, 22 Juli 2026 | 00:41
NEWS

MAKI Desak Kejagung Usut Tuntas Kasus Ketua Ombudsman

MAKI Desak Kejagung Usut Tuntas Kasus Ketua Ombudsman
Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman (Dok Askara

ASKARA - Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mendesak Kejaksaan Agung mengusut secara menyeluruh dugaan praktik suap yang menjerat Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto.

Dalam keterangannya kepada awak media, Boyamin mengaku prihatin atas penetapan Hery sebagai tersangka. Ia menyebut kasus ini sebagai pukulan serius bagi lembaga pengawas pelayanan publik.

“Ini sangat memprihatinkan. Lembaga yang seharusnya mengawasi justru tercoreng,” ujar Boyamin, Sabtu (18/4).

Ia menilai, persoalan ini tidak terlepas dari lemahnya proses seleksi oleh Panitia Seleksi (Pansel) Ombudsman periode 2025/2026 serta DPR RI, khususnya Komisi II. Menurutnya, sejak awal sudah ada sejumlah catatan terkait rekam jejak Hery Susanto yang seharusnya menjadi perhatian.

Boyamin mengungkapkan, pihaknya menerima berbagai informasi dari internal Ombudsman mengenai dugaan buruknya penanganan laporan masyarakat. Ia menyebut adanya indikasi laporan maladministrasi yang tidak ditindaklanjuti.

“Diduga ada praktik yang tidak sehat dalam penanganan laporan, termasuk indikasi permintaan imbalan,” katanya.

Ia juga mengklaim telah menyampaikan masukan kepada Pansel sejak Oktober 2025 agar mempertimbangkan kembali kelayakan Hery. Namun, menurutnya, peringatan tersebut tidak direspons.

“Ini menunjukkan adanya kelalaian serius dalam proses seleksi,” tegasnya.

Lebih jauh, MAKI meminta Kejaksaan Agung tidak berhenti pada penetapan tersangka, tetapi juga mengembangkan penyidikan, khususnya terkait dugaan aliran suap yang berhubungan dengan sektor pertambangan.

Boyamin menilai, selama menjabat sebagai komisioner, Hery kerap menangani isu-isu strategis, termasuk yang berkaitan dengan tambang.

“Kami minta seluruh rekomendasi yang terkait pertambangan ditelusuri, termasuk kemungkinan adanya aliran dana,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan pertemuan antara Hery dengan sejumlah pengusaha tambang di berbagai tempat di Jakarta.

“Kami berharap semua jejak pertemuan dapat dibuka untuk mengungkap fakta yang sebenarnya,” tambahnya.

Di sisi lain, Boyamin tetap memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung yang dinilai berhasil mengungkap kasus ini tanpa melalui operasi tangkap tangan (OTT).

“Ini menunjukkan kemampuan investigasi yang kuat. Tinggal bagaimana kasus ini dibuka seterang-terangnya,” pungkasnya.

 

 

Komentar