Kamis, 09 Juli 2026 | 12:17
NEWS

Pemerintah Diminta Waspadai Distribusi Pangan Global dan Ancaman Kemarau 2026

Pemerintah Diminta Waspadai Distribusi Pangan Global dan Ancaman Kemarau 2026
Anggota Komisi IV DPR RI , Riyono (dok)

ASKARA-Pemerintah minta untuk mewaspadai dinamika distribusi pangan global serta ancaman musim kemarau panjang pada tahun 2026.

Pasalnya, dua faktor ini berpotensi mengganggu stabilitas logistik dan ketersediaan air yang menjadi urat nadi sektor pertanian nasional.

Hal itu disampaikan anggota Komisi IV DPR RI, Riyono di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Menurutnya, sistem pangan Indonesia tidak berdiri sendiri dan sangat terikat pada rantai pasok global. Fluktuasi biaya logistik internasional dan harga bahan bakar dunia, misalnya secara langsung akan menekan harga pangan di pasar domestik.

“Distribusi pangan secara global itu pasti berdampak, mulai dari biaya logistik hingga harga bahan bakar. Semua itu berpengaruh pada harga dan ketersediaan pangan,” ujar Riyono.

Dia menegaskan kondisi bahan pokok utama seperti beras dan jagung saat ini dini aman, namun Indonesia masih ketergantungan pada komoditas sekunder yang masih tinggi.

Beberapa komoditas yang masih menjadi “pekerjaan rumah” bagi pemerintah antara lain Gula yang nasih Impor masih di atas 2 juta ton per tahun.Kedelai dan Bawang Putih: Masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri.Gandum: Komoditas yang sepenuhnya bergantung pada impor.

Oleh karena itu, DPR, kata Riyono, mendorong pemerintah untuk mulai menekan volume impor secara bertahap, setidaknya hingga separuh dari angka saat ini, dengan cara memacu produksi dalam negeri.

Menyikapi prediksi BMKG mengenai kemarau panjang tahun 2026, dia menekankan pentingnya optimalisasi infrastruktur air.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa Pulau Jawa berkontribusi hingga 80 persen terhadap produksi pangan nasional, sehingga gangguan air di wilayah ini bisa berakibat fatal bagi stok pangan negara.

“Kalau jaringan irigasi kita baik, dampak kemarau bisa diminimalkan. Selain itu, embung, bendungan, dan penggunaan pompa air harus disiapkan secara maksimal,” tegasnya.

Nah, melalui langkah mitigasi infrastruktur dan pengurangan ketergantungan impor, DPR, kata Riyono berharap Indonesia dapat menjaga kedaulatan pangannya di tengah ketidakpastian iklim dan ekonomi global yang diprediksi akan terus berlanjut sepanjang tahun ini. (dry)

Komentar