PERANG TIMUR TENGAH
Pemerintah Diminta Antisipasi Penutupan Selat Hormuz
ASKARA-Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, memberikan peringatan serius terkait kembali ditutupnya jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Pemerintah diminta untuk mempersiapkan diri menghadapi eskalasi penutupan selat tersebut.
“Agar suasana global semakin baik juga. Karena kalau suasana di Timur Tengah tidak kondusif, pasti berdampak sama kita. Dan tentu kita juga harus mulai mempersiapkan diri terkait dengan situasi yang ada di Timur Tengah,” ujar Saan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/4).Meskipun situasi kian memanas, Saan meyakini bahwa pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah antisipatif. Ia mendorong agar komunikasi diplomatik dengan Iran maupun pihak-pihak terkait lainnya semakin diintensifkan guna melindungi kepentingan nasional dari dampak eksternal konflik tersebut.
“Makanya komunikasi pemerintah kita dengan Iran maupun dengan pihak-pihak terkait pasti lebih intensif. Dan saya yakin dan percaya pemerintah sudah melakukan langkah-langkah yang terbaik untuk Indonesia,” ungkap politisi Partai NasDem tersebut.
DPR RI, menurutnya juga berharap kesepakatan perdamaian dapat segera tercapai untuk mendinginkan tensi geopolitik. Namun, selama ketidakpastian masih berlangsung, Indonesia diminta untuk memperkuat ketahanan energi dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada dinamika pasar global yang sedang tidak stabil.
Kebijakan penutupan ini merupakan buntut dari kegagalan perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang memicu kekhawatiran akan krisis energi global.
Saan menekankan bahwa ketegangan di Timur Tengah bukan sekadar isu regional, melainkan ancaman nyata bagi seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.
Penutupan Selat Hormuz, yang merupakan urat nadi distribusi minyak dunia, diprediksi akan mengganggu rantai pasok energi dan memicu lonjakan harga komoditas.
Situasi di Selat Hormuz akan terus dipantau secara ketat oleh parlemen dan pemerintah, mengingat posisinya yang sangat krusial dalam menentukan stabilitas harga energi dan inflasi di tanah air pada kuartal kedua tahun 2026 ini. (dry)

Komentar