Diduga Rem Bermasalah, Sejumlah Mobil Listrik Alami Insiden di Berbagai Lokasi
ASKARA - Sejumlah insiden yang melibatkan mobil listrik dalam beberapa waktu terakhir memicu kekhawatiran publik, khususnya terkait dugaan gangguan pada sistem pengereman.
Peristiwa terbaru terjadi pada Jumat (10/4/2026) di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sebuah mobil listrik merek Wuling Motors dilaporkan tidak dapat direm hingga akhirnya menabrak kendaraan lain di depannya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski kerusakan kendaraan tidak terhindarkan.
Sebelumnya, insiden serupa juga terjadi di kawasan Harapan Indah, Bekasi. Sebuah mobil listrik produksi BYD dilaporkan tidak dapat dikendalikan saat mundur dan menabrak tiga kendaraan yang terparkir. Peristiwa itu sempat viral di media sosial dan menimbulkan pertanyaan mengenai aspek keselamatan kendaraan listrik.
Selain dua kejadian tersebut, sejumlah laporan lain dari pengguna di berbagai daerah juga mulai bermunculan, meski belum semuanya terverifikasi secara resmi. Beberapa di antaranya mengeluhkan respons pengereman yang tidak optimal, terutama dalam kondisi tertentu seperti saat parkir atau manuver kecepatan rendah.
Pengamat otomotif menilai bahwa sistem pengereman pada mobil listrik memang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan mobil konvensional. Selain menggunakan rem mekanis, mobil listrik juga mengandalkan sistem regenerative braking yang memanfaatkan motor listrik untuk memperlambat laju kendaraan.
Namun demikian, jika terjadi gangguan pada integrasi sistem tersebut, baik dari sisi perangkat lunak maupun komponen mekanis, potensi risiko tetap ada dan harus menjadi perhatian serius produsen.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak produsen terkait dugaan masalah sistem rem dalam kasus-kasus tersebut. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada serta segera melakukan pengecekan kendaraan secara berkala di bengkel resmi.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik, aspek keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama, baik oleh produsen maupun regulator, guna menjaga kepercayaan publik terhadap teknologi ramah lingkungan tersebut.

Komentar