Imajinasi Aroma Kopi, Pameran Unik KOMPPI Serbu Tamini Square Jakarta
ASKARA - Pameran seni lukis bertajuk “Imajinasi Aroma Kopi” yang digelar oleh KOMPPI melalui program NAWARUPA resmi dibuka di Tamini Square Mall. Acara pembukaan berlangsung hangat dan meriah, menghadirkan beragam tokoh dari berbagai latar belakang, Minggu (5/4).
Peresmian pameran dilakukan oleh Andang Bachtiar yang dalam kesempatan tersebut turut mengapresiasi kreativitas para perupa yang menggunakan kopi sebagai medium utama dalam berkarya.
Sejumlah tokoh turut hadir memeriahkan acara, di antaranya Wahono dari Kopindosat, Eddy Mulyono, Singgih Widagdo, Hartono dari Aneka Tambang, Feby Tumiwa, Gus Cholic Serazi, serta Datuk Dedy Yusmed, bersama perwakilan komunitas seni dan pecinta alam.
Ketua Umum KOMPPI, Indah Soenoko, menyampaikan bahwa komunitas yang dipimpinnya didominasi perempuan yang telah memasuki masa purnabakti, namun tetap aktif berkarya melalui seni. Ia menegaskan komitmen KOMPPI untuk terus produktif dan berbagi inspirasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Koordinator NAWARUPA, Eddy Yoen, menambahkan bahwa kolaborasi antaranggota, baik perempuan maupun laki-laki, menjadi kunci keberlanjutan komunitas.
Pameran ini menampilkan karya seni lukis berbahan dasar kopi, medium yang semakin diminati karena menghadirkan nuansa warna sepia yang hangat dan elegan. Karya-karya tersebut dinilai tidak hanya artistik, tetapi juga memiliki nilai dekoratif tinggi untuk hunian maupun ruang komersial seperti kafe.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak hari pertama. Sebanyak lima karya berhasil terjual saat pembukaan, dan hingga keesokan harinya jumlah tersebut meningkat menjadi 12 karya, ditambah satu pesanan khusus dari kolektor.
Program NAWARUPA sendiri menghadirkan sembilan perupa dalam setiap pameran, dengan komposisi yang dapat berganti namun tetap berasal dari anggota KOMPPI yang mengusung medium kopi.
Pameran “Imajinasi Aroma Kopi” akan berlangsung hingga 12 April 2026, terbuka untuk masyarakat yang ingin menikmati perpaduan unik antara seni visual dan kekayaan rasa serta aroma kopi dalam bentuk karya lukis.

Komentar