Rabu, 22 Juli 2026 | 00:17
NEWS

Tiga Mata Uang Utama Menguat, Rupiah Tertekan Tipis

Tiga Mata Uang Utama Menguat, Rupiah Tertekan Tipis
Mata uang asing (Dok Pixabay)

ASKARA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap tiga mata uang utama dunia, Dolar AS, Dolar Singapura, dan Euro, menunjukkan tren penguatan mata uang asing dalam perdagangan terbaru.

Berdasarkan data kurs perbankan pada Rabu (25/3/2026), nilai tukar Dolar AS berada di kisaran Rp16.910 untuk beli dan Rp16.930 untuk jual (e-rate). Sementara itu, kurs di counter bank menunjukkan level yang lebih tinggi, mencerminkan adanya spread transaksi dan biaya layanan.

Untuk Dolar Singapura, nilai tukar tercatat sekitar Rp13.213 (beli) dan Rp13.227 (jual). Mata uang negara tetangga ini relatif stabil, namun tetap menunjukkan kecenderungan menguat terhadap rupiah, seiring kuatnya sektor keuangan Singapura di tengah ketidakpastian global.

Adapun Euro tercatat di kisaran Rp19.606 (beli) dan Rp19.624 (jual), menjadikannya salah satu mata uang dengan nilai tertinggi terhadap rupiah dalam daftar utama. Penguatan euro dipengaruhi oleh sentimen global serta kebijakan moneter di kawasan Eropa.

Kenaikan ketiga mata uang ini terhadap rupiah tidak terlepas dari faktor eksternal, termasuk dinamika geopolitik global dan pergerakan harga energi dunia. Ketidakpastian di kawasan Timur Tengah serta fluktuasi harga minyak turut mendorong investor beralih ke mata uang yang dianggap lebih stabil.

Bagi Indonesia, kondisi ini perlu diantisipasi karena dapat berdampak pada biaya impor, tekanan inflasi, hingga stabilitas ekonomi domestik. Namun demikian, selama fundamental ekonomi nasional tetap terjaga, tekanan terhadap rupiah masih dapat dikendalikan.

 

 

Komentar