Selasa, 21 Juli 2026 | 23:59
NEWS

Gejolak Timur Tengah Menguat, LAKSAMANA Dorong Diversifikasi Energi Nasional

Gejolak Timur Tengah Menguat, LAKSAMANA Dorong Diversifikasi Energi Nasional
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara, Samuel F. Silaen dan ilustrasi perang Israel dan Iran (Dok Panca)

ASKARA - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan karena dinilai berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi dunia. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap negara-negara yang masih bergantung pada impor energi, termasuk Indonesia.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara, Samuel F. Silaen, menilai eskalasi konflik di kawasan tersebut dapat berdampak langsung terhadap distribusi minyak global yang hingga kini masih menjadi komoditas strategis utama.

Menurutnya, ketidakstabilan di Timur Tengah berisiko memicu gangguan rantai pasok energi internasional, yang pada akhirnya dapat berdampak pada fluktuasi harga dan ketersediaan energi di dalam negeri.

“Indonesia harus segera memperkuat ketahanan energinya. Ketergantungan terhadap energi impor membuat kita rentan terhadap dinamika global,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (19/3).

Ia menekankan, langkah strategis yang perlu segera dilakukan adalah mempercepat diversifikasi sumber energi, termasuk pengembangan energi baru dan terbarukan, serta memperkuat infrastruktur distribusi energi nasional.

Selain itu, Silaen juga mengingatkan pentingnya kesiapan sektor industri dalam menghadapi potensi gangguan pasokan. Menurutnya, keberlanjutan rantai pasok energi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada respons cepat dan adaptif dari pelaku usaha.

Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah dan sektor industri harus diperkuat guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi di tengah ketidakpastian global.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci. Ini bukan hanya soal menjaga pasokan energi, tetapi juga memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga,” tegas Samuel.

Dalam situasi global yang semakin dinamis, LAKSAMANA mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur dalam membangun kedaulatan energi. Upaya tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga lebih mandiri dalam menghadapi potensi krisis energi dunia.

 

 

Komentar