Kamis, 04 Juni 2026 | 06:49
NEWS

Didik Rachbini Soroti Kinerja DPR, Disebut Lebih Lemah dari Orde Baru

Didik Rachbini Soroti Kinerja DPR, Disebut Lebih Lemah dari Orde Baru
Gedung parlemen di Jakarta Selatan (Dok Panca)

ASKARA - Kinerja fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap kekuasaan dinilai mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Penilaian tersebut disampaikan oleh ekonom senior Didik J Rachbini dalam sebuah forum diskusi akademik.

Dalam diskusi yang digelar oleh Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita, Didik mengungkapkan bahwa peran DPR saat ini dinilai tidak lagi sekuat pada masa awal reformasi.

“Zaman saya di DPR, walaupun itu baru-baru reformasi, DPR masih kuat. Sekarang enggak ada. DPR itu sekarang ‘yes man’, lebih buruk daripada zaman Orde Baru,” ujarnya, Rabu (18/3).

Rektor Universitas Paramadina tersebut juga menyoroti aspek kualitas sumber daya manusia di lembaga legislatif. Menurutnya, terdapat perbedaan signifikan antara komposisi anggota DPR saat ini dibandingkan periode sebelumnya.

Ia menyebut, pada masa Orde Baru, DPR masih diisi oleh figur-figur dengan kapasitas intelektual yang kuat, sementara kondisi saat ini dinilai mengalami penurunan.

“Orde Baru masih punya ide, orangnya intelektual. Sekarang orang enggak sekolah bisa masuk DPR,” katanya dengan nada satire.

Diskusi tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber lain, antara lain Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Muhammad Isnur, pakar hukum tata negara dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Jentera Bivitri Susanti, serta Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Anis Hidayah.

Forum ini menjadi ruang bagi kalangan akademisi dan praktisi untuk membahas dinamika demokrasi di Indonesia, termasuk menyoroti peran DPR dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan terhadap pemerintah.

 

 

Komentar