Beatrice Gobang Bawa Tembang Puitis Indonesia ke New York
ASKARA - Penyanyi muda Indonesia atau Beatrice Gobang sukses menggelar debut solo resitalnya di kawasan Manhattan, New York, dalam pertunjukan bertajuk Poetry, Roots, Resonance.
Pentas yang berlangsung di pada Jumat (3/3/2026) itu menghadirkan kolaborasi musikal lintas zaman dan budaya, dipadukan dengan nuansa puisi yang kuat.
Malam pertunjukan dibuka dengan komposisi “Vittoria, mio core!” karya , menghadirkan atmosfer intim khas era Barok. Beatrice tampil memukau dengan iringan pianis yang memberikan warna musikal harmonis sepanjang resital.
Di bawah arahan artistik , pertunjukan ini dirancang sebagai perjalanan musikal yang menghubungkan puisi, sejarah, dan ingatan budaya lintas abad.
Repertoar yang dibawakan mencakup karya-karya klasik dunia, termasuk “An Chloë” dan “Voi che sapete” dari , serta sejumlah Lied Jerman karya , , , dan .
Setelah menelusuri tradisi musik Eropa, arah pertunjukan beralih ke Indonesia melalui tembang puitis “Setitik Embun” karya dan “Cempaka Kuning” karya , yang memperkenalkan keindahan musik dan puisi Nusantara kepada audiens internasional.
Pada sesi berikutnya, Beatrice membawakan “Tiga Sajak Pendek” karya dari puisi , berdampingan dengan karya Prancis “Les chemins de l’amour” dari .
Penampilan solo piano oleh Ayunia melalui “Pagodes from Estampes” karya menambah warna pertunjukan, mengingat karya tersebut terinspirasi dari bunyi gamelan Jawa.
Konser kemudian kembali pada akar Nusantara melalui lagu rakyat “Mana Lolo Banda” dari Pulau Rote, sebelum ditutup dengan “Simple Gifts” karya .
Sebagai penutup, dua lagu encore dibawakan, yakni “Le Violette” karya dan “Indonesia Pusaka” karya , yang disambut hangat oleh diaspora Indonesia di New York.
Bagi Beatrice, resital ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan musikalnya. Sebelumnya, ia telah tampil di pada 2022 setelah meraih penghargaan dalam kompetisi internasional, dan kembali tampil pada 2026 sebagai peraih First Prize kategori vokal klasik.
Remaja asal Jakarta ini mengawali perjalanan musiknya sejak kecil melalui biola dan piano, sebelum mendalami vokal di The Resonanz Music Studio Jakarta. Ia juga aktif dalam sejak 2018.
Sementara itu, Ayunia Indri Saputro dikenal sebagai pianis dan pendidik musik yang telah tampil di berbagai festival internasional serta tengah menempuh studi doktoral di Universitas Michigan, Amerika Serikat.
Resital ini merupakan bagian dari gerakan budaya yang diinisiasi oleh , dengan tujuan mendukung perkembangan talenta muda sekaligus memperkuat warisan budaya melalui musik.
Melalui kolaborasi ini, musik tidak hanya hadir sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai medium yang menghubungkan puisi, budaya, dan identitas lintas generasi serta bangsa.

Komentar