Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:44
NEWS

Kapal Kena Terpedo Tewaskan 9000 Penumpang

Kapal Kena Terpedo Tewaskan 9000 Penumpang
Ilustrasi kapal Wilhelm Gustloff (Dok FUK)

ASKARA - Jika dunia mengenal tenggelamnya RMS Titanic sebagai salah satu tragedi laut paling terkenal dalam sejarah, maka ada bencana maritim lain yang jauh lebih besar namun jarang dibicarakan, tenggelamnya MV Wilhelm Gustloff pada masa akhir Perang Dunia II.

Kapal asal Jerman tersebut awalnya merupakan kapal pesiar yang digunakan untuk pelayaran rekreasi pada era 1930-an. Namun ketika World War II memasuki fase akhir, kapal itu dialihfungsikan untuk operasi evakuasi besar-besaran yang dikenal sebagai Operation Hannibal.

Operasi tersebut bertujuan menyelamatkan warga sipil Jerman serta personel militer yang melarikan diri dari wilayah Eropa Timur ketika pasukan Red Army terus bergerak maju menuju Jerman.

Pada 30 Januari 1945, Wilhelm Gustloff berlayar di perairan Baltic Sea dengan membawa sekitar 10.000 orang di atas kapal. Sebagian besar dari mereka adalah pengungsi, termasuk perempuan dan anak-anak, yang mencoba menyelamatkan diri dari medan perang.

Namun perjalanan tersebut berakhir tragis ketika kapal itu diserang oleh kapal selam Soviet submarine S-13. Beberapa torpedo yang ditembakkan menghantam badan kapal dan menyebabkan kerusakan fatal.

Dalam kondisi musim dingin ekstrem dan suhu laut yang membeku, kepanikan melanda ribuan penumpang. Kapal raksasa itu akhirnya tenggelam dalam waktu kurang dari satu jam.

Diperkirakan sekitar 9.000 orang meninggal dunia dalam tragedi tersebut, menjadikannya bencana maritim paling mematikan dalam sejarah dunia, jauh melampaui korban tenggelamnya Titanic yang menewaskan sekitar 1.500 orang.

Meski skalanya jauh lebih besar, tragedi Wilhelm Gustloff lama tenggelam dalam bayang-bayang sejarah. Banyak sejarawan menilai hal ini terjadi karena peristiwa tersebut berlangsung di penghujung Perang Dunia II dan melibatkan kapal Jerman, negara yang saat itu berada di pihak yang kalah dalam perang.

Kini, tragedi itu dikenang sebagai salah satu kisah paling memilukan dari masa perang, sebuah peristiwa yang menggambarkan kepanikan, penderitaan, dan ribuan nyawa yang hilang di perairan dingin Laut Baltik.

 

Komentar