Rabu, 22 Juli 2026 | 03:06
NEWS

Tiga Kapal Induk AS Beroperasi di Timur Tengah, Ini Usianya

Tiga Kapal Induk AS Beroperasi di Timur Tengah, Ini Usianya
Ilustrasi tiga kapal induk AS yang beroperasi di Timur Tengah (Dok Askara)

ASKARA - Kehadiran tiga kapal induk Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah menarik perhatian pengamat militer. Kapal-kapal tersebut ditempatkan di sejumlah perairan strategis di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan tersebut.

Tiga kapal induk yang dimaksud adalah USS Gerald R. Ford (CVN-78) yang berada di Laut Merah, USS Abraham Lincoln (CVN-72) di Laut Arab, serta USS George H. W. Bush (CVN-77) yang juga beroperasi di kawasan sekitar Timur Tengah.

Menariknya, ketiga kapal induk tersebut berasal dari dua generasi berbeda dalam armada Angkatan Laut Amerika Serikat.

Kapal induk USS Gerald R. Ford merupakan kapal generasi terbaru dari kelas Gerald R. Ford yang mulai dioperasikan pada 22 Juli 2017. Dengan demikian, usia operasional kapal ini baru sekitar delapan hingga sembilan tahun. Kapal ini dikenal sebagai kapal induk paling modern milik Amerika Serikat dengan teknologi elektromagnetik untuk peluncuran pesawat serta sistem radar generasi baru.

Sementara itu, USS Abraham Lincoln merupakan kapal induk dari kelas Nimitz yang mulai bertugas pada 11 November 1989. Dengan usia sekitar 36 tahun, kapal ini menjadi salah satu kapal induk senior yang masih aktif dalam armada Amerika Serikat. Meski tergolong tua, kapal ini telah menjalani berbagai modernisasi dan pengisian ulang bahan bakar reaktor nuklir untuk memperpanjang masa operasionalnya.

Adapun USS George H. W. Bush, yang juga berasal dari kelas Nimitz, mulai dioperasikan pada 10 Januari 2009. Kapal ini berusia sekitar 17 tahun dan merupakan kapal terakhir yang diproduksi dalam kelas Nimitz sebelum Amerika Serikat beralih ke generasi kapal induk Ford.

Secara umum, kapal induk bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat dirancang memiliki masa operasional hingga sekitar 50 tahun, dengan satu kali pengisian ulang bahan bakar reaktor nuklir di tengah masa pakai.

Penempatan tiga kapal induk sekaligus di kawasan Timur Tengah dinilai sebagai sinyal kuat dari Washington untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus menunjukkan kesiapan militer di tengah dinamika konflik regional yang terus berkembang.

 

 

Komentar