Wamenbud Giring Dorong Sinergi Musik Nasional Jelang Hari Musik
ASKARA - Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo menekankan pentingnya kolaborasi antara musisi, ekosistem industri, dan pemerintah untuk mendorong kemajuan musik Indonesia hingga mampu bersaing di panggung dunia. Hal itu disampaikannya menjelang peringatan Hari Musik Nasional yang diperingati setiap 9 Maret.
Menurut Giring, momentum peringatan Hari Musik Nasional 2026 harus dimanfaatkan sebagai titik awal memperkuat sinergi seluruh pelaku industri musik nasional.
“Melalui kerja sama yang solid antara musisi, ekosistem industri, dan pemerintah, musik Indonesia akan tampil lebih percaya diri dan memiliki gaung lebih besar di panggung dunia,” ujar Giring dalam acara press gathering komunitas Cita Svara Indonesia (CSI) di CC Cafe at Nancys Place, Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (5/3).
Ia juga mengapresiasi peran media yang dinilai memiliki kontribusi penting dalam memperkenalkan karya musik nasional kepada masyarakat luas. Menurutnya, perkembangan media dan platform digital saat ini memberi peluang besar bagi musisi, termasuk musisi daerah, untuk mempromosikan karya mereka secara lebih luas.
“Media berperan penting membangun dan mengembangkan musik nasional. Sekarang musisi daerah memiliki kesempatan besar mempromosikan karya mereka melalui berbagai platform,” katanya.
Giring juga mengingatkan para pelaku musik untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun brand dan memperkuat ekosistem industri musik nasional. Ia menegaskan bahwa pengembangan sektor musik tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
“Pesan Presiden Prabowo Subianto jelas, memajukan suatu sektor tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan berbagai lembaga,” ujarnya.
Sementara itu, dalam momentum yang sama, komunitas Cita Svara Indonesia memperkenalkan diri kepada publik melalui acara buka puasa bersama dan diskusi dengan media. Organisasi ini digerakkan oleh para pelaku musik yang telah berkarya sejak era 1980–1990-an.
Salah satu pendirinya, Connie Constantia, mengatakan CSI hadir dengan semangat “Beda Masa Satu Rasa”, sebagai simbol bahwa meskipun zaman berubah, kecintaan terhadap musik Indonesia tetap sama.
“Beda masa boleh berganti, tetapi rasa tetap sama. Semangat itu yang ingin kami gaungkan melalui Cita Svara Indonesia,” ujarnya.
CSI bertujuan memperkuat sinergi antar pelaku industri musik, mendorong kolaborasi kreatif, serta membawa musik Indonesia semakin dikenal di tingkat internasional.
Adapun Hari Musik Nasional sendiri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013 yang ditandatangani Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai upaya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik Indonesia sekaligus memotivasi insan musik untuk terus berkarya dan berprestasi.

Komentar