Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39
NEWS

PHM Resmikan Platform WPS-5, Produksi Gas Sisi Nubi Kian Menguat

PHM Resmikan Platform WPS-5, Produksi Gas Sisi Nubi Kian Menguat
Produksi gas sisi nubi kian menguat (Dok PHM)

ASKARA - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan lapangan migas lepas pantai. Perusahaan resmi mengoperasikan (onstream) Platform WPS-5 di Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI 1-3-5), Delta Mahakam, Kalimantan Timur, pada akhir Februari 2026.

Beroperasinya WPS-5 menandai dimulainya produksi perdana dari dua sumur baru, yakni SS-505 dan SS-504. Selain itu, dilakukan pula pengujian menyeluruh terhadap fasilitas produksi di platform tersebut beserta jaringan pipa pendukungnya.

Capaian ini melanjutkan keberhasilan sebelumnya setelah Platform WPS-4 lebih dulu onstream pada 4 Desember 2025. Secara kumulatif, dua platform tersebut kini berkontribusi terhadap produksi gas sekitar 45 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

Proyek SNB AOI 1-3-5 merupakan bagian dari strategi PHM untuk menjaga tingkat produksi di Wilayah Kerja (WK) Mahakam sekaligus memperkuat pasokan gas nasional. Dari enam platform yang direncanakan dalam proyek ini, dua telah beroperasi, satu dalam tahap persiapan well intervention dan well connection, sementara dua lainnya masih dalam proses pengeboran.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyatakan tambahan produksi dari WPS-5 menjadi elemen penting dalam menjaga keberlanjutan operasi di WK Mahakam.

“Tambahan produksi ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung ketahanan energi nasional dan agenda swasembada energi pemerintah,” ujarnya, Senin (2/3).

Sumur SS-505 mulai mengalir pada 21 Februari 2026 setelah melalui proses pembersihan (clean-up) menggunakan sand filter guna menjaga keandalan fasilitas. Produksi awal mencapai 12 mmscfd sebelum dilakukan penyesuaian bertahap (ramp down) untuk memantau respons reservoir dan performa sumur. Setelah dinyatakan aman, sumur tersebut kembali beroperasi dengan target stabil di kisaran 10–11 mmscfd.

Sementara itu, Sumur SS-504 memasuki fase clean-up pada 23–24 Februari 2026. Usai pembersihan akhir, sumur ini mencatat laju produksi 11,4 mmscfd pada bukaan choke 46/64 inci sesuai prosedur operasi.

Setyo menambahkan, optimalisasi proyek dilakukan melalui inovasi dan penerapan teknologi, selaras dengan kebijakan induk usaha PHM, yakni PT Pertamina Hulu Indonesia dan Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga tingkat produksi sekaligus menekan laju penurunan alami lapangan migas yang telah memasuki fase mature di Kalimantan.

Sebagai operator WK Mahakam, PHM menjalankan kegiatan usaha hulu migas dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Bersama SKK Migas dan entitas afiliasi di bawah PHI, perusahaan terus mendorong inovasi guna memastikan produksi energi berlangsung aman, efisien, andal, serta ramah lingkungan demi mendukung kebutuhan energi nasional.

 

 

Komentar