Kamis, 04 Juni 2026 | 05:30
COMMUNITY

Tiyo Ardianto: Reformasi Jilid II Butuh Kesadaran Kolektif

Tiyo Ardianto: Reformasi Jilid II Butuh Kesadaran Kolektif
Konsolidasi bersama BEM Solo Raya (Dok Tiyo)

ASKARA - Aktivis muda Tiyo Ardianto menyampaikan pernyataan tegas usai menggelar konsolidasi bertajuk "Konsolidasi Imajinasi Reformasi Jilid II" bersama BEM Solo Raya. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan bahwa perubahan besar tidak pernah lahir dari kekuatan individu semata.

"Perubahan mendasar itu tidak terjadi karena satu atau dua orang. Tidak terjadi karena satu atau dua lembaga. Tapi, karena emergence yang tercipta dari kesadaran kolektif," ujar Tiyo dalam keterangannya di laman media sosial, usai agenda konsolidasi.

Menurutnya, wacana Reformasi Jilid II memang kerap dianggap jauh dan abstrak. Namun ia menilai, kondisi objektif yang mengarah pada kebutuhan perubahan justru semakin nyata.

"Reformasi Jilid II mungkin terasa jauh, tapi seluruh syarat objektif sebenarnya semakin hari semakin sempurna," tegasnya, Jumat (27/2).

Tiyo juga mengingatkan bahwa situasi sosial dan politik dapat berubah secara cepat dan tak terduga. Karena itu, kesiapan menjadi kunci utama bagi generasi muda.

"Jangankan hari esok, beberapa detik ke depan saja kita tidak bisa pastikan apa yang kita pikirkan akan terjadi. Tapi, kita tidak boleh tidak siap," katanya.

Dalam pernyataan reflektifnya, Tiyo mengibaratkan kehidupan sebagai arena perjuangan yang waktunya tak pernah bisa dipastikan.

"Hidup adalah peperangan yang waktunya tidak kita ketahui. Tidak ada yang bisa dilakukan selain mengasah pedang setiap hari. Agar bila momentum itu datang tiba-tiba hari ini, paling tidak kita sudah siap," ucapnya.

Ia menutup pernyataannya dengan apresiasi kepada mahasiswa dan elemen gerakan di wilayah Solo Raya yang dinilainya tetap konsisten menjaga nalar kritis dan semangat konsolidasi.

"Terima kasih, Solo Raya," tulisnya.

Konsolidasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan penyamaan persepsi antar mahasiswa di kawasan Solo Raya dalam merespons dinamika kebangsaan ke depan.

 

 

Komentar