Selasa, 21 Juli 2026 | 22:16
NEWS

Gubernur Dinilai Lamban, Zam Zam Mubarak: Jangan Tunggu Korban Jiwa Bertambah

Gubernur Dinilai Lamban, Zam Zam Mubarak: Jangan Tunggu Korban Jiwa Bertambah
Jalan rusak parah di lintas eks KKA, tepatnya di perbatasan Kampung Bintang Bener dan Bale Perma (Dok Warga)

ASKARA - Kondisi jalan provinsi di lintas eks KKA, tepatnya di perbatasan Kampung Bintang Bener dan Bale Permata, Kabupaten Bener Meriah, menuai kritik keras. Jalan rusak parah itu disebut telah memicu sejumlah kecelakaan tunggal dalam beberapa waktu terakhir.

Tokoh muda Aceh Tengah, Zam Zam Mubarak, menilai Pemerintah Aceh lamban dan tidak menunjukkan keseriusan dalam menangani kerusakan infrastruktur vital tersebut.

“Sudah terlalu banyak kecelakaan di sana. Kondisinya membahayakan. Kalau hanya menunggu respons yang lambat seperti ini, kita tinggal menunggu korban jiwa berikutnya,” tegas Zam Zam, Selasa (24/02/25).

Menurutnya, kerusakan jalan semakin parah pascabencana, namun hingga kini belum terlihat langkah konkret dan cepat dari Pemerintah Provinsi Aceh. Padahal, jalur tersebut merupakan akses utama distribusi barang ke wilayah Bener Meriah.

Ironisnya, karena pemerintah dinilai tak kunjung bertindak, warga setempat terpaksa patungan dan melakukan perbaikan swadaya seadanya. Bagi Zam Zam, kondisi ini adalah tamparan keras bagi pemerintah daerah.

“Ini jalan provinsi, bukan jalan lorong desa. Kalau masyarakat sudah turun tangan karena tak percaya pada kecepatan pemerintah, itu alarm keras. Artinya ada yang tidak beres dalam tata kelola prioritas,” ujarnya.

Dampak kerusakan jalan tidak hanya soal keselamatan. Biaya transportasi melonjak akibat kendaraan harus ekstra hati-hati bahkan sering rusak. Efek berantainya, harga kebutuhan pokok di Bener Meriah ikut terdongkrak naik.

“Rakyat yang menanggung beban. Ongkos naik, harga sembako naik. Ini bukan sekadar lubang di jalan, ini lubang dalam tanggung jawab,” kritiknya tajam.

Zam Zam juga mendesak agar pemerintah pusat turun tangan jika Pemerintah Aceh tidak mampu bergerak cepat. Ia meminta perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar infrastruktur di wilayah tersebut segera diperbaiki.

“Jangan sampai pemerintah pusat baru bergerak setelah ada korban jiwa. Infrastruktur adalah urat nadi ekonomi. Kalau ini dibiarkan, sama saja membiarkan rakyat berjalan di atas risiko setiap hari,” pungkasnya.

Warga kini menunggu, apakah kritik keras ini akan dijawab dengan tindakan nyata, atau kembali tenggelam dalam janji dan birokrasi yang bertele-tele.

 

 

Komentar