Benarkah 10 Untai DNA Manusia "Dimatikan"? Sutejo Ungkap Teori Mengejutkan Ini!
ASKARA - Sutejo Setyo Pujowati membagikan pandangannya terkait teori alternatif tentang asal-usul manusia purba yang menyebut bahwa manusia pada era kuno sering dikaitkan dengan peradaban Lemuria atau Atlantis memiliki 12 untai DNA aktif.
Menurut Sutejo, dalam narasi tersebut, manusia awal diyakini memiliki kemampuan telepati, umur panjang, serta kesadaran multidimensi. “Teori ini menyebut bahwa dari 12 untai DNA, kini yang aktif hanya dua, yakni struktur double helix yang kita kenal secara biologis. Sepuluh lainnya disebut dormant atau tertidur,” ujarnya dalam penjelasan yang dikutip, Minggu (22/2).
Ia memaparkan, ada beberapa penyebab yang sering disebut dalam teori tersebut.
Pertama adalah narasi intervensi genetik yang kerap dikaitkan dengan makhluk luar angkasa yang dikenal sebagai Anunnaki. Dalam versi ini, disebutkan adanya campur tangan untuk menciptakan ras pekerja yang lebih patuh. “Sepuluh untai DNA yang berkaitan dengan kesadaran spiritual dan kecerdasan tinggi disebut diputus agar manusia fokus pada aspek fisik dan kelangsungan hidup,” jelasnya.
Kedua adalah teori penurunan vibrasi bumi atau “The Fall of Consciousness”. Dalam pandangan spiritual, DNA diibaratkan sebagai antena frekuensi. Sutejo menjelaskan, narasi ini menyebut terjadinya bencana global atau pergeseran kutub magnetik yang menurunkan frekuensi bumi dari dimensi tinggi ke dimensi fisik. “Akibatnya, sepuluh untai tambahan itu tidak lagi beresonansi dan menjadi tidak aktif,” katanya.
Ketiga adalah teori karantina galaksi. Dalam versi ini, kemampuan spiritual manusia dibatasi karena dianggap memiliki potensi kekuatan besar yang bisa mengganggu harmoni galaksi. “DNA tersebut diyakini akan aktif kembali ketika manusia mencapai tingkat kesadaran moral tertentu,” ujarnya.
Sutejo menambahkan bahwa teori-teori tersebut berkembang luas di kalangan komunitas spiritual dan konspirasi global. Namun, ia menegaskan bahwa konsep 12 untai DNA manusia tidak diakui dalam kajian genetika modern yang menyatakan manusia secara biologis memiliki dua untai DNA dalam struktur double helix.
“Terlepas dari benar atau tidaknya, teori ini lebih banyak dimaknai sebagai simbol kebangkitan kesadaran manusia,” pungkasnya.

Komentar