Selasa, 21 Juli 2026 | 22:44
COMMUNITY

Jambore Potensi SAR 2026 Digelar di PIK 2, Perkuat Soliditas Relawan

Jambore Potensi SAR 2026 Digelar di PIK 2, Perkuat Soliditas Relawan
Kepala Basarnas menyematkan tanda peserta (Dok Basarnas)

ASKARA - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar Jambore Potensi SAR Tahun 2026 pada 13–15 Februari 2026 di kawasan Green Belt, PIK 2, Tangerang. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi nasional untuk memperkuat kesiapsiagaan dan soliditas unsur pencarian dan pertolongan di berbagai daerah.

Ratusan personel dari beragam unsur Potensi SAR hadir membawa semangat yang sama, yakni siap membantu tanpa batas dalam setiap situasi darurat.

Jambore Potensi SAR 2026 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah pembinaan keterampilan dan penguatan koordinasi. Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai agenda seperti character building, workshop, fun run, pameran SAR, hingga diskusi strategis.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah SAR Challenge, yakni kompetisi water rescue antarpotensi SAR yang menguji kemampuan teknis, kekompakan tim, serta ketepatan prosedur penyelamatan.

Dalam sambutannya, Kepala Basarnas menekankan pentingnya jambore ini sebagai ruang membangun jaringan komunikasi dan koordinasi yang lebih kuat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan keterampilan yang berkelanjutan bagi seluruh unsur Potensi SAR.

“Mari jadikan Jambore Potensi SAR 2026 sebagai tonggak lahirnya insan-insan SAR yang profesional, modern, teruji, dan solid dalam mengemban tugas kemanusiaan,” tegas Kepala Basarnas.

Basarnas menilai semangat yang menguat di Green Belt PIK 2 menjadi simbol bahwa kesiapsiagaan tidak dapat dibangun secara instan. Kesiapan harus ditempa melalui latihan, disiplin, koordinasi, dan kebersamaan yang kuat.

Melalui Jambore Potensi SAR 2026, Basarnas kembali menegaskan komitmennya untuk terus membina, memperkuat, dan menyatukan seluruh potensi bangsa dalam sistem pencarian dan pertolongan nasional yang tangguh.

Basarnas juga menegaskan bahwa dalam setiap bencana dan situasi darurat, negara harus hadir. Dan di garis terdepan kehadiran itu, berdiri para insan SAR yang siap bergerak, siap mengabdi, dan siap menyelamatkan.

 

 

Komentar