Kamis, 18 Juni 2026 | 05:16
MILITER

TNI-Polri Klarifikasi Video Bentrokan di Mappi

TNI-Polri Klarifikasi Video Bentrokan di Mappi
Tangkapan video yang beredar di masyarakat (Dok Askara)

ASKARA - Rekaman video yang dinarasikan sebagai bentrokan antara anggota TNI dan Polri beredar luas di media sosial pada Kamis (12/2/2026). Video itu sempat memunculkan keresahan, terutama di kalangan warga yang khawatir situasi keamanan di Kabupaten Mappi kembali memanas.

Namun, aparat TNI dan Polri di Papua Selatan memastikan insiden tersebut bukan konflik antar institusi. Mereka menyebut kejadian itu merupakan kesalahpahaman yang melibatkan oknum, dan telah diselesaikan melalui komunikasi serta langkah cepat dari pimpinan kedua pihak.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XXIV/Mandala Trikora Letkol Infanteri Iwan Dwi Prihartono menjelaskan, peristiwa terjadi di sekitar Marseling Area 2 Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan (TP) 819/PIBP, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi.

Menurut Kapendam, pemicu ketegangan dalam peristiwa itu berkaitan dengan peredaran minuman keras (miras) yang masih menjadi persoalan serius di wilayah Mappi. Ia menilai miras kerap menjadi sumber gesekan sosial dan gangguan ketertiban.

“Insiden tersebut tidak berkaitan dengan konflik institusional, melainkan murni melibatkan oknum dan telah ditangani secara cepat serta bijak melalui komunikasi antara pimpinan kedua institusi,” ujar Letkol Iwan dalam keterangan resmi yang diterima Kamis malam.

Ia menambahkan, setelah penyelesaian dilakukan, aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. Situasi keamanan pun dinyatakan kondusif seperti sedia kala, sehingga warga tidak perlu terprovokasi oleh narasi yang berkembang di media sosial.

Sementara itu, Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Lucky Avianto menegaskan komitmen TNI bersama unsur forkopimda di Papua Selatan untuk memberantas peredaran minuman keras ilegal yang dinilai berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Ini bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama demi melindungi generasi muda dan menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua,” tegas Pangdam.

 

 

Komentar