Kamis, 23 Juli 2026 | 14:23
COMMUNITY

Dari Merauke, Firman Diharap Menjangkau Semua Generasi

Dari Merauke, Firman Diharap Menjangkau Semua Generasi
Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) melantik Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan (KKPD) Mitra Merauke untuk periode 2026-2029 (Dok Winona)

ASKARA - Di sebuah gereja yang hangat dan sederhana di Merauke, Papua Selatan, sebuah momen kecil terasa seperti langkah besar. Belum lama ini, Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) melantik Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan (KKPD) Mitra Merauke untuk periode 2026-2029. Bagi LAI, ini bukan sekadar pembentukan struktur, melainkan upaya mendekatkan Firman Allah kepada lebih banyak orang, lebih banyak keluarga, dan lebih banyak generasi.

LAI yang berdiri sejak 1954 kini memasuki usia 72 tahun. Namun, di tengah perjalanan panjang itu, LAI terus berusaha tetap relevan. Bukan hanya menerjemahkan dan menerbitkan Alkitab, tetapi juga memastikan Alkitab hadir dan dapat diakses oleh umat Kristiani di berbagai tempat, termasuk wilayah yang jaraknya jauh dari pusat-pusat percetakan dan distribusi.

Di Gereja GPKAI Maranatha, suasana pelantikan terasa berbeda dari acara seremonial pada umumnya. Ada rasa kebersamaan, ada harapan yang disimpan rapi. Banyak yang hadir bukan karena jabatan, tetapi karena merasa punya panggilan. Merauke, dengan segala tantangan geografis dan sosialnya, dipandang sebagai ladang pelayanan yang perlu dirangkul dengan cara yang lebih dekat dan lebih manusiawi.

Sekretaris Umum LAI, Dr. Sigit Triyono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa LAI adalah lembaga interkonfesi, lintas denominasi, lintas doktrin, dan lintas tradisi gereja. LAI melayani semua gereja di Indonesia. Di sinilah letak kekuatannya: LAI tidak berdiri untuk satu kelompok, melainkan untuk semua umat.

LAI menetapkan visi hingga tahun 2035: “Firman Allah Menjangkau Semua Generasi”, yang diambil dari 2 Timotius 3:15. Misi LAI pun ditegaskan: menerjemahkan, menerbitkan, dan menghadirkan Firman Allah melalui kemitraan dengan semua pihak, sebagaimana 1 Korintus 3:8. Bagi LAI, pekerjaan ini bukan sekadar kerja institusi, melainkan kerja panjang yang melibatkan banyak tangan.

Dr. Sigit juga mengingatkan bahwa mandat LAI bertumpu pada tiga hal: kredibilitas, ketersediaan, dan aksesibilitas Alkitab. Terjemahan LAI, kata dia, tetap setia pada teks asli dalam bahasa Ibrani, Aram, dan Yunani. Namun kerja itu tidak berhenti di meja penerjemahan. Alkitab harus tersedia, dan harus bisa dijangkau, oleh umat lintas usia, dalam berbagai format, di berbagai media.

KKPD Mitra Merauke yang baru dilantik dipimpin oleh Pdt. Femmy Pandensolang. KKPD ini juga dibagi dalam kategori pelayanan: dewasa, pemuda, remaja, hingga anak-anak. Di balik pembagian itu, tersimpan sebuah pesan sederhana: Firman Allah tidak boleh berhenti di satu generasi saja. Ia harus bergerak, diteruskan, dan dihidupi.

Yang menarik, kepengurusan KKPD ini didukung oleh berbagai denominasi gereja di Merauke dan Papua Selatan. Di wilayah yang dikenal kuat dengan keberagaman tradisi gerejanya, kolaborasi lintas gereja itu menjadi penanda penting: pelayanan Firman Allah bisa menyatukan, bahkan ketika perbedaan doktrin dan tradisi tetap ada.

Bagi LAI, pembentukan KKPD bukan hanya tentang penggalangan dukungan. Ini tentang membangun jejaring, memperluas edukasi, dan memastikan bahwa Alkitab tidak hanya hadir sebagai buku, tetapi hadir sebagai pengharapan. Dari Merauke, LAI berharap langkah kecil ini kelak menjadi jembatan agar Firman benar-benar menjangkau semua generasi, hingga ke ujung-ujung negeri.

 

Komentar