Rabu, 22 Juli 2026 | 04:16
NEWS

Menaker Bongkar Jurus Pelayanan Publik

Integritas Jadi Senjata Utama

Menaker Bongkar Jurus Pelayanan Publik
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli foto bersama (Dok Humas Kemenaker)

ASKARA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan publik, termasuk layanan penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), harus bertumpu pada penguatan nilai-nilai aparatur negara. Menurutnya, kinerja pelayanan tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi terutama oleh karakter dan cara kerja para pegawainya.

Ia menyebut integritas dan profesionalisme sebagai titik awal, yang kemudian dilengkapi dengan kepekaan terhadap persoalan riil di lapangan. Dari sana, pekerjaan aparatur diharapkan tidak berhenti pada rutinitas administratif, melainkan berkembang menjadi kerja yang bermakna dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi pelayanan publik yang adil, profesional, dan memberi manfaat nyata,” kata Yassierli saat membuka Forum Diskusi Layanan Penggunaan Tenaga Kerja Asing di BBPKK Bandung Barat, Jumat (30/1/2026).

Yassierli mengangkat konsep Meaningful Work: Beyond the Duty, yang menekankan bahwa makna kerja tidak semata lahir dari jabatan atau kewenangan, tetapi dari komitmen menjalankan tugas secara sungguh-sungguh, termasuk pekerjaan yang kerap luput dari sorotan.

Menurutnya, ketika sebuah pekerjaan memberi dampak nyata, aparatur akan merasakan makna yang memunculkan energi positif, loyalitas, dan komitmen jangka panjang terhadap organisasi. Kondisi ini diyakini mampu memperkuat daya tahan dan kualitas institusi pemerintah.

Selain itu, Menaker menekankan filosofi Satu Tim, Satu Kapal dalam birokrasi. Ia meminta seluruh unit kerja meninggalkan ego sektoral dan membangun kolaborasi yang solid, dengan tujuan dan rasa tanggung jawab yang sama terhadap pelayanan publik.

Dalam pengelolaan sumber daya manusia, Yassierli juga menegaskan pentingnya prinsip Right Person, Right Position. Penempatan dan pengembangan pegawai harus berbasis kompetensi, potensi, dan kinerja, dengan meritokrasi sebagai pijakan utama. Melalui pendekatan organisasi yang berpusat pada manusia (people-centric organization), ia berharap Kemnaker menjadi ruang kerja yang sehat, adil, dan mampu melahirkan aparatur yang bangga, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan pelayanan publik ke depan.

 

 

Komentar