Rabu, 22 Juli 2026 | 04:17
NEWS

Banjir 1 Meter Kepung Cakung Barat, Warga Minta DPRD Bertindak Cepat

Banjir 1 Meter Kepung Cakung Barat, Warga Minta DPRD Bertindak Cepat
Foto: (kanan) Lusimin (48), Sekretaris RT 02 RW 07 yang juga mewakili suara warga. (kiri) Ketua RT 02 RW 07 Kelurahan Cakung Barat, Ahmad Nur, yang akrab disapa Enung, usai wawancara di kediamannya di Jalan Tipar Cakung (Dok Erfan)

ASKARA - Banjir besar kembali melanda sejumlah permukiman warga di Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Peristiwa ini memicu keresahan warga karena banjir kerap berulang setiap musim hujan tanpa adanya solusi permanen.

Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir tidak hanya merendam RW 07, tetapi juga berdampak pada lingkungan RW 03, RW 06, dan RW 08. Genangan air di beberapa titik dilaporkan mencapai ketinggian sekitar satu meter atau setara dengan pinggang orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan potensi kerugian material.

Warga mengaku, setiap kali hujan turun dengan curah tinggi dan durasi yang cukup lama, air dengan cepat meluap ke kawasan permukiman. Kondisi tersebut membuat masyarakat hidup dalam kekhawatiran, terutama terhadap keselamatan keluarga serta harta benda mereka.

Ketua RT 002 RW 07 Kelurahan Cakung Barat, Ahmad Nur, saat ditemui awak media di kediamannya di Jl. Tipar Cakung, Kampung Baru Cakung, Senin (26/1/2026), menyampaikan bahwa banjir kali ini berdampak pada sekitar 50 kepala keluarga. 
Jika dirata-ratakan, jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai sekitar 1000 orang.

“Kalau hujan deras berlangsung lama, air cepat naik. Ketinggiannya hampir satu meter. Warga pasti cemas karena ini bukan pertama kali terjadi,” ujar Ahmad Nur.

Ia menambahkan, banjir juga berisiko merusak peralatan rumah tangga, khususnya barang elektronik seperti televisi dan lemari es. Menurutnya, persoalan banjir di Cakung Barat telah menjadi masalah tahunan yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Atas kondisi tersebut, Ahmad Nur angkat bicara mewakili warganya dengan menyuarakan harapan agar pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan embung sebagai solusi pengendalian banjir. Warga menilai embung menjadi salah satu langkah penting untuk menampung debit air saat hujan dengan intensitas tinggi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rencana pembangunan embung di wilayah Cakung Barat saat ini masih dalam tahap pembahasan anggaran di DPRD DKI Jakarta. Pembahasan tersebut dilakukan oleh Komisi D DPRD DKI Jakarta periode 2024–2029 yang membidangi pembangunan, mencakup infrastruktur, tata kota, lingkungan hidup, dan perumahan.

Komisi D DPRD DKI Jakarta yang dipimpin oleh Yuke Yurike memiliki peran pengawasan terhadap dinas-dinas teknis, antara lain Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Perumahan, Dinas Cipta Karya, serta Dinas Lingkungan Hidup, guna memastikan pembangunan kota berjalan merata dan berkelanjutan.

Warga berharap Komisi D dapat bertindak cepat sebagai wakil rakyat untuk merespons keluhan masyarakat Cakung Barat. Percepatan pembahasan dan realisasi anggaran dinilai sangat dibutuhkan agar persoalan banjir tidak terus berulang dan menjadi beban warga setiap musim hujan.

Di sisi lain, sikap Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta juga menjadi perhatian publik. Hingga kini, awak media telah beberapa kali berupaya meminta tanggapan resmi terkait penanganan banjir dan rencana pembangunan embung, namun belum mendapatkan penjelasan terbuka dari Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika.

Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon seluler dilaporkan tidak membuahkan hasil. Bahkan, awak media mengaku mendapatkan respons yang kurang bersahabat hingga nomor kontak diblokir saat mencoba meminta klarifikasi. Saat dilakukan konfirmasi langsung ke Kantor Dinas SDA, pihak keamanan menyampaikan bahwa Kepala Dinas SDA kerap tidak berada di tempat.

Minimnya transparansi tersebut dinilai bertentangan dengan semangat keterbukaan informasi publik. Media, sebagai bagian dari kontrol sosial, menjalankan tugasnya untuk menyajikan informasi yang berimbang, akurat, dan berdasarkan fakta, serta memberikan ruang klarifikasi bagi seluruh pihak terkait.

Warga Cakung Barat berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD DKI Jakarta, dinas teknis, dan media agar penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh. Mereka menilai langkah cepat dan komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman dari ancaman banjir di masa mendatang.

 

 

Komentar