Di Tengah Badai Salju, Para Biksu Ini Menyuarakan Perdamaian Dunia
ASKARA - Aksi Walk for Peace 2026 terus berlangsung sebagai perjalanan spiritual panjang yang membawa pesan perdamaian, welas asih, dan persatuan. Di tengah cuaca bersalju dan suhu dingin, para peserta, khususnya para biksu Buddha, tetap melangkah dengan tekad kuat, menjadikan setiap hari sebagai momentum refleksi dan doa bagi perdamaian dunia.
Walk for Peace 2026 merupakan ziarah sejauh sekitar 2.300 mil yang ditempuh selama 110 hari oleh para biksu Buddha dari Huong Dao Vipassana Bhavana Center, Texas, menuju Washington, D.C. Perjalanan ini dimulai pada 26 Oktober 2025 dan dijadwalkan berakhir pada pertengahan Februari 2026.
Sepanjang perjalanan, para biksu berjalan dengan penuh kesederhanaan, sering kali dalam keheningan, sebagai simbol praktik batin dan kedamaian batin. Mereka singgah di berbagai komunitas untuk menyampaikan pesan compassion (welas asih), nonviolence (anti-kekerasan), dan unity (persatuan), sekaligus mengajak masyarakat untuk merenungkan pentingnya hidup berdampingan secara damai.
Meski harus menghadapi tantangan cuaca ekstrem, termasuk badai salju, semangat para peziarah tidak surut. “Di luar dingin, tetapi di dalam hati tetap hangat,” ungkap salah satu pesan peserta, seraya menekankan bahwa dukungan dan kasih sayang dari masyarakat menjadi sumber kekuatan utama selama perjalanan.
Aksi Walk for Peace 2026 diharapkan menjadi pengingat global bahwa perdamaian bukan sekadar wacana, melainkan komitmen yang diwujudkan melalui langkah nyata, kesabaran, dan keteguhan hati, bahkan di tengah tantangan alam dan perbedaan.

Komentar