Kamis, 04 Juni 2026 | 04:44
COMMUNITY

Exco Partai Buruh Kota Blitar Dorong Konsolidasi Akar Rumput Menuju Kemenangan 2029

Exco Partai Buruh Kota Blitar Dorong Konsolidasi Akar Rumput Menuju Kemenangan 2029
Ketua Exco Partai Buruh Kota Blitar, Yuni Rachmawati, menaruh harapan besar pada Kongres V Partai Buruh yang berlangsung hingga 22 Januari 2026 di Jakarta (Dok Juni)

ASKARA - Ketua Exco Partai Buruh Kota Blitar, Yuni Rachmawati, menaruh harapan besar pada Kongres V Partai Buruh yang berlangsung hingga 22 Januari 2026 di Jakarta. Baginya, kongres ini harus menjadi titik balik transformasi Partai Buruh sebagai kekuatan politik dan sosial yang dibangun dari bawah, bukan sekadar mesin elektoral lima tahunan.

Mengacu pada tema kongres “Partai Kami adalah Masa Depanmu. Raih Kemenangan Pemilu 2029”, Yuni menegaskan bahwa kemenangan politik hanya akan tercapai jika dibarengi dengan penguatan konsolidasi internal partai secara menyeluruh, dari tingkat pusat hingga daerah.

“Kami berharap kongres ini tidak hanya melahirkan strategi pemenangan elektoral, tetapi juga memperkuat konsolidasi internal partai dari DPP sampai EXCO kota dan kabupaten,” ujar Yuni, Kamis (22/1/2026).

Ia menilai, selama ini EXCO daerah kerap diposisikan sebatas objek target suara, tanpa dukungan pendampingan politik dan penguatan organisasi yang memadai. Padahal, menurutnya, kekuatan sejati Partai Buruh justru terletak pada kerja-kerja nyata di tingkat akar rumput.

“Ke depan, visi dan misi Partai Buruh harus dibangun melalui komunikasi dua arah yang kuat antara DPP dan EXCO daerah. Kami tidak ingin hanya dilepas berjuang sendiri dengan keterbatasan sumber daya,” tegasnya.

Yuni mendorong agar DPP lebih aktif melakukan pendampingan politik, penguatan kader, serta menyusun strategi bersama yang realistis dan kontekstual sesuai karakter daerah. Dengan demikian, EXCO tidak hanya berfungsi sebagai mesin suara, tetapi menjadi mitra strategis dalam membangun partai yang berkelanjutan.

Dalam konteks kepemimpinannya di Kota Blitar, Yuni menegaskan visinya untuk menghadirkan Partai Buruh sebagai kekuatan sosial yang nyata di tengah masyarakat, terutama bagi kaum buruh, buruh terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), serta kelompok rentan yang selama ini kerap terpinggirkan dari kebijakan publik.

“Visi saya adalah menjadikan Partai Buruh benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat pemilu, tetapi dalam keseharian rakyat,” katanya.

Ia memaparkan, Exco Partai Buruh Kota Blitar akan membangun partai melalui kerja-kerja kemasyarakatan yang konsisten, meskipun dengan keterbatasan dukungan dan kondisi partai yang belum dikenal luas. Fokus gerakan diarahkan pada pendampingan dan advokasi buruh korban PHK serta pelanggaran hak normatif, edukasi hak-hak ketenagakerjaan dan kesejahteraan sosial, kegiatan solidaritas dan bantuan sosial berbasis kebutuhan riil, serta pembangunan jejaring dengan komunitas buruh dan warga akar rumput.

Menurut Yuni, masa depan Partai Buruh tidak ditentukan oleh retorika politik, melainkan oleh keberanian membuktikan keberpihakan melalui kerja nyata sejak sekarang.

“Jika Partai Buruh ingin benar-benar menjadi masa depan rakyat dan meraih kemenangan Pemilu 2029, maka kekuatan itu harus dibangun dari bawah, dari kota dan kabupaten, dengan kebersamaan, keterbukaan, dan soliditas organisasi,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta Kongres V Partai Buruh, yang menilai arah perjuangan Exco Kota Blitar sejalan dengan upaya nasional menjadikan Partai Buruh sebagai gerakan politik sekaligus gerakan sosial yang berakar kuat di tengah rakyat.

 

 

Komentar