Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Tenggara Sarmi Papua
ASKARA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Tenggara Sarmi, Provinsi Papua, pada Minggu (18/1/2026) pukul 13.38.55 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di koordinat 2,17 Lintang Selatan dan 138,83 Bujur Timur dengan kedalaman hiposenter 21 kilometer.
Sementara itu, data United States Geological Survey (USGS) mencatat gempa bermagnitudo 4,9 pada kedalaman 28,4 kilometer di koordinat yang sama. Adapun GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 5,0 dengan kedalaman 10 kilometer pada koordinat 2,41 LS dan 138,76 BT.
Kondisi Geologi dan Penyebab Gempa
Badan Geologi menyebutkan, episenter gempa berada di darat dengan kondisi morfologi wilayah berupa dataran, perbukitan hingga pegunungan. Litologi penyusun wilayah tersebut didominasi batuan sedimen berumur tersier dan kuarter yang telah mengalami pelapukan, sehingga berpotensi memperkuat guncangan gempa.
Berdasarkan data tapak lokal (Vs30), wilayah sekitar episenter tergolong dalam Kelas Tanah C (tanah sangat padat dan batuan lunak), Kelas Tanah D (tanah sedang), serta Kelas Tanah E (tanah lunak). Keberadaan tanah lunak ini dapat menyebabkan intensitas guncangan terasa lebih kuat.
Dari parameter sumbernya, gempa bumi ini memiliki mekanisme sesar geser dan diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
Dampak Gempa
Hingga laporan ini disusun, belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Badan Geologi juga memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, meskipun wilayah Sarmi termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Tinggi.
Imbauan dan Rekomendasi
Pemerintah dan instansi terkait mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti arahan resmi dari BPBD setempat. Warga diminta mewaspadai kemungkinan gempa susulan dan tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, masyarakat disarankan melakukan pemeriksaan mandiri terhadap kondisi bangunan, mematuhi rambu evakuasi, serta menjauhi daerah tebing yang berpotensi mengalami longsor, terutama saat hujan. Bangunan di wilayah rawan gempa juga diharapkan mengikuti kaidah konstruksi tahan gempa dan dilengkapi jalur evakuasi guna meminimalkan risiko kerusakan dan korban.

Komentar