Minggu, 12 Juli 2026 | 19:23
NEWS

Dave Desak Pemerintah Bertindak Cepat Bebaskan 4 WNI yang Disandera Bajak Laut Gabon

Dave Desak Pemerintah Bertindak Cepat  Bebaskan 4 WNI yang Disandera Bajak Laut Gabon
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono (dok)

ASKARA-Empat warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai awak kapal penangkap ikan dilaporkan menjadi korban penculikan kelompok bersenjata di lepas pantai Gabon, Afrika Tengah.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam itu menambah daftar panjang aksi pembajakan di kawasan Teluk Guinea tersebut.

Atas nasib yang dialami empat WNI itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan pemerintah harus segera mengambil langkah cepat dan tegas untuk memastikan keselamatan para sandera.

“Pemerintah harus bertindak cepat, tegas, dan diplomatis dalam menghadapi kasus ini. Perlindungan WNI di luar negeri adalah bagian integral dari politik luar negeri Indonesia, dan negara tidak boleh absen,” ujar Dave, Rabu (14/1/2026).

Pihaknya mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu), untuk segera melakukan koordinasi dengan otoritas Gabon serta pihak-pihak terkait di Teluk Guinea. Diplomasi aktif menurut dia, menjadi kunci dalam menjalin komunikasi dengan aparat keamanan setempat sekaligus membangun dukungan internasional.

“Keselamatan empat WNI harus jadi prioritas utama. Ini juga bentuk komitmen negara dalam melindungi warganya di manapun mereka berada,” kata Dave.

Dia menegaskan selain penanganan jangka pendek diperlunya sistem perlindungan jangka panjang bagi WNI yang bekerja di sektor perikanan dan pelayaran internasional. Dave menyebut pendataan ketat, pelatihan keselamatan, serta kerja sama keamanan maritim dengan negara-negara sahabat di Afrika harus segera ditingkatkan.

Sementara itu kementerian Luar Negeri RI memastikan sudah bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama otoritas Gabon.

“KBRI di Yaounde, Kamerun, yang juga membawahi Gabon, telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Libreville,” kata Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl.

Kemlu juga mengupayakan permohonan bantuan resmi kepada pemerintah Gabon untuk mendukung keselamatan para WNI. Hingga kini, Kemlu belum dapat menyampaikan detail lebih lanjut dan meminta masyarakat menunggu perkembangan.

Dari laporan otoritas Gabon, serangan dilakukan oleh tiga orang bersenjata yang menaiki kapal penangkap ikan berbendera Gabon. Mereka menculik sembilan awak kapal, terdiri dari lima warga Tiongkok dan empat WNI.

Bahkan Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Hubert Bekale Meyong, menyebut insiden ini sebagai bagian dari rangkaian aksi pembajakan di Teluk Guinea, kawasan rawan yang membentang lebih dari 5.700 kilometer dari Senegal hingga Angola. (dry)

Komentar