SUPER FLU
Edy Wuryanto Minta Pemerintah Segera Merespon dan Masyarakat Tidak Panik
ASKARA-Pemerintah diminta untuk merespon temuan kasus yang disebut sebagai super flu di Indonesia, secara terukur, sistematis dan berbasis data, tanpa memicu kepanikan di masyarakat.
Demikian ditegaskan anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto, Kamis (8/1/2026). Menurutnya, varian influenza tersebut telah terpantau dalam sistem surveilans kesehatan nasional. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir berlebihan, namun pemerintah juga tidak boleh lengah dalam mengantisipasi dampaknya.
“Yang penting sekarang adalah memastikan kesiapsiagaan sistem kesehatan berjalan baik. Jangan hanya menyampaikan bahwa situasi aman, tetapi juga memastikan layanan kesehatan primer benar-benar siap di lapangan,” kata Edy.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan isu super flu tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga menyangkut kesiapan anggaran kesehatan.
Anggaran, lanjutnya, perlu lebih difokuskan pada upaya pencegahan, deteksi dini, dan penguatan surveilans penyakit.
“Penguatan puskesmas, laboratorium, dan sistem pelaporan penyakit menular harus menjadi prioritas belanja kesehatan, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti balita, lansia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta,” ujarnya.
Pihaknya juga meminta Kementerian Kesehatan segera mengeluarkan serta memperbarui protokol kesehatan yang jelas dan mudah dipahami masyarakat dalam menghadapi peningkatan kasus influenza. Protokol tersebut dinilai penting agar publik memiliki panduan yang seragam.
“Protokol kesehatan harus disampaikan secara terbuka dan konsisten, termasuk penggunaan masker pada kondisi tertentu, kebersihan tangan, serta panduan bagi sekolah dan fasilitas umum,” ujarnya.
Selain itu, Edy juga mengingatkan agar komunikasi pemerintah tidak bersifat sensasional. Ia menilai pengalaman pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa informasi yang tidak utuh dapat memicu kepanikan dan disinformasi.
“Kita perlu narasi yang berbasis data dan sains. Edukasi publik jauh lebih penting daripada istilah-istilah yang menimbulkan kekhawatiran,” kata Edy.
Kepada masyarakat, dia mengimbau agar tetap tenang dan disiplin menjaga kesehatan, mengikuti anjuran resmi pemerintah, tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan di media sosial, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Super flu yang belakangan ramai diberitakan merujuk pada influenza A (H3N2) subclade K, yakni varian influenza yang lebih mudah menular dan telah menyebar di sejumlah negara.
Peningkatan kasus dipengaruhi oleh ketidaksesuaian vaksin flu musim ini dengan strain dominan serta rendahnya kekebalan populasi terhadap subclade tersebut. Penularan dilaporkan berlangsung lebih cepat, terutama pada anak-anak, remaja, dan lansia.(dry)

Komentar