Rabu, 22 Juli 2026 | 03:43
NEWS

Baret ICMI Temui Kepala Puskris Kemenkes, Perkuat Respons Kesehatan Bencana Aceh

Baret ICMI Temui Kepala Puskris Kemenkes, Perkuat Respons Kesehatan Bencana Aceh
Zam Zam Mubarak Ketua Pokja Baret ICMI Aceh (kiri), Kapuskris Kemenkes, Ketua Umum DPP Baret ICMI, dr. Ghojali (Dok Mubarak)

ASKARA - Badan Reaksi Cepat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Baret ICMI) melakukan pertemuan dengan Kepala Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kementerian Kesehatan RI, Agus Jamaludin, SKM, M.Kes, guna memperkuat koordinasi penanganan krisis kesehatan akibat bencana di Aceh.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Selasa (31/12/2025), difokuskan pada kondisi krisis kesehatan di Aceh Tengah yang hingga kini masih menghadapi keterisolasian wilayah dan keterbatasan layanan medis.

Ketua Kelompok Kerja Baret ICMI Aceh, Zam Zam Mubarak, mengatakan pihaknya telah menyampaikan rencana pendirian klinik kesehatan darurat untuk melayani masyarakat terdampak bencana.

“Kami membahas kondisi krisis kesehatan di Aceh Tengah yang masih terisolasi. Baret ICMI berencana mendirikan klinik kesehatan darurat sebagai upaya pelayanan langsung kepada masyarakat,” ujar Zam Zam.

Kepala Puskris Kemenkes RI, Agus Jamaludin, yang didampingi Administrator Kesehatan Ahli Madya dr. Alghazali Samapta, MARS, MH.Kes, menyatakan kesiapan Kementerian Kesehatan untuk mendukung langkah-langkah penanganan krisis kesehatan di wilayah terdampak.

Menurut Zam Zam, krisis kesehatan di Aceh memerlukan perhatian dan kolaborasi serius dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun organisasi kemanusiaan.

“Krisis kesehatan ini tidak bisa ditangani sendiri. Diperlukan sinergi lintas sektor agar respons berjalan cepat dan tepat,” tambahnya.

Selain pendirian klinik darurat, pertemuan tersebut juga membahas kebutuhan mendesak terkait obat-obatan, alat kesehatan, serta mekanisme koordinasi nasional dalam penanganan bencana di Aceh.

Sementara itu, Ketua DPP Baret ICMI, Lili Erawati, berharap koordinasi yang terbangun dengan Kementerian Kesehatan dapat mempercepat respons layanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Tengah.

“Kami berharap langkah ini mempercepat kehadiran layanan kesehatan bagi warga terdampak dan memperkuat sistem respons darurat di Aceh,” tuturnya.

 


.

Komentar